Sunan Abu Dawud · 1210

No. 1420 versi Muhyiddin 'Abdul Hamid

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Rincian Ketentuan tentang Shalat Witirكتاب الوتر
Bab
Bab 2: Tentang orang yang tidak berwitirباب فِيمَنْ لَمْ يُوتِرْ

Teks Arab

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي كِنَانَةَ يُدْعَى الْمَخْدَجِيَّ سَمِعَ رَجُلًا بِالشَّامِ يُدْعَى أَبَا مُحَمَّدٍ يَقُولُ إِنَّ الْوِتْرَ وَاجِبٌ قَالَ الْمَخْدَجِيُّ فَرُحْتُ إِلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ عُبَادَةُ كَذَبَ أَبُو مُحَمَّدٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَلَى الْعِبَادِ فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ.

Terjemah

Al-Qa'nabi menyampaikan kepada kami, dari Malik, dari Yahya bin Sa'id, dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Ibnu Muhairiz, bahwa seorang lelaki dari Bani Kinanah yang dipanggil al-Makhdaji mendengar seorang lelaki di Syam yang dipanggil Abu Muhammad berkata, "Sesungguhnya witir itu wajib." Al-Makhdaji berkata: Maka aku pergi menemui Ubadah bin ash-Shamit dan mengabarkan hal itu kepadanya. Maka Ubadah berkata, "Abu Muhammad keliru. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Lima shalat yang Allah wajibkan atas para hamba; barang siapa menunaikannya tanpa menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki janji di sisi Allah untuk dimasukkan ke dalam surga. Dan barang siapa tidak menunaikannya, maka tidak ada janji baginya di sisi Allah: jika Dia berkehendak, Dia mengazabnya; dan jika Dia berkehendak, Dia memasukkannya ke dalam surga.'"