Dari mana teks ini berasal

Halaman ini menjelaskan asal-usul setiap lapis data yang Anda lihat di Mushaf hamba.id — teks Arabnya, terjemahnya, arti per katanya, warna tajwidnya, tanda waqafnya — berikut lisensinya, angka yang bisa Anda periksa sendiri, dan daftar terbuka hal-hal yang belum kami pastikan.

Ringkasan sekali baca

Teks Arab yang Anda baca berasal dari basis data resmi Mushaf Madinah (QPC Hafs) terbitan Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd — termasuk tata letak 15 barisnya, sehingga halaman di layar sama dengan halaman di mushaf cetak itu. Bukan Mushaf Standar Indonesia terbitan Kemenag, yang letak tanda waqafnya berbeda di banyak tempat.

Lapisan-lapisan di atas teks itu — arti per kata, i'rab, warna tajwid, penjelasan tanda waqaf — dihasilkan otomatis dari korpus dan kaidah, lalu kami periksa silang dengan mesin kedua yang kami tulis sendiri. Semuanya berstatus tinjauan: berguna untuk belajar, bukan pengganti guru dan bukan rujukan fatwa.

Halaman ini kami perbarui setiap kali ada sumber baru masuk. Terakhir diperbarui: 26 Juli 2026.

Status tashih: mushaf ini belum bertashih LPMQ

Peraturan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 2016 mendefinisikan Mushaf Al-Qur'an sebagai lembaran atau media berisi ayat-ayat Al-Qur'an "baik cetak maupun digital", dan mewajibkan setiap mushaf yang diedarkan di Indonesia memperoleh Surat Tanda Tashih atau Surat Izin Edar dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama.

Mushaf digital di situs ini belum memiliki surat itu. Kami menyampaikannya di muka, bukan menunggu ditanya.

Apa artinya bagi Anda

Kami mencatat ini sebagai kewajiban yang belum ditunaikan, bukan sebagai hal yang bisa diabaikan. Preseden yang kami pelajari: sebuah aplikasi Qur'an dengan lebih dari 500.000 unduhan dihapus dari toko aplikasi pada 2024 setelah ketahuan ada surah yang jumlah ayatnya keliru. Pembaca Indonesia memang memeriksa — dan itu bagus.

Lapis demi lapis: apa sumbernya

LapisanSumberStatus & lisensi
Teks Arab QPC Hafs — Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd, Madinah (diambil lewat Quranic Universal Library) atribusi Ketentuan redistribusi massal belum kami verifikasi ke Kompleks. Tanwin bertumpuk dinormalkan ke tanwin Unicode standar agar tampil benar di font apa pun — nilai harakatnya tidak berubah.
Tata letak 15 baris Basis data resmi QPC v2 (604 halaman, urutan baris & halaman autentik) atribusi Ini Mushaf Madinah, bukan Mushaf Standar Indonesia — pemenggalan baris dan letak tanda waqafnya bisa berbeda dari mushaf yang biasa Anda pegang.
Terjemah ayat Terjemahan Kementerian Agama RI perlu dipastikan Ketentuan pemakaian-ulang belum diverifikasi resmi ke Kemenag/LPMQ. Edisi mana persisnya (2019 atau revisi sebelumnya) juga belum kami buktikan lewat sampel resmi — ini butir terbuka kami yang paling lama.
Arti, akar, lema, kelas kata Basis data kosakata paket kami, dibangun di atas Quranic Arabic Corpus (Univ. Leeds) GNU GPL Wajib atribusi & berbagi-serupa. Arti bersifat tingkat lema, belum kontekstual per bentuk — sebagian ditandai "perkiraan".
Bentuk sharaf & tautan pelajaran Morfologi QAC + i'rab al-Muyassar dan ad-Da'as, dipetakan otomatis ke kurikulum kami tinjauan Dihasilkan otomatis; cakupan Nahwu sekitar 79%. Tidak adanya tautan bukan berarti kata itu tak punya i'rab.
Kata sulit (gharib) Kamus gharib al-Muyassar dan as-Seraj dicabut 25 Agu 2026 Kitab berhak cipta. Tidak lagi disertakan di Mushaf Reader — dulu tertanam di panel ayat, kini dicabut karena penyertaan seluruh 6.236 ayat pada halaman terbuka melampaui batas kutipan yang wajar. Berkas rujukannya tetap ada, terbatas untuk pengguna terdaftar dan pemakaian belajar; tidak untuk redistribusi terpisah atau komersial.
I'rab Kitab i'rab al-Muyassar dan ad-Da'as dicabut 25 Agu 2026 Sama seperti di atas. Alih-istilah Indonesia-nya ikut dicabut: ia substitusi otomatis atas kalimat yang sama, jadi karya turunan — bukan tulisan mandiri. Label bentuk sharaf & tautan pelajaran (baris di atas) tetap ada: yang dipakai di sana kesimpulan tata bahasanya, bukan kalimat kitabnya.
Transliterasi Latin Dihasilkan otomatis dari teks Uthmani (bukan dari lema kamus), dihitung per ayat di perangkat Anda karya kami Memakai abjad yang dipakai Qur'an Kemenag: ts ḫ kh dz sy sh dl th dh ' gh, vokal panjang â î û, diftong ai/au, dan ikhfa sebelum ق/ك ditulis "ng" (ming qablik). Karena dihitung per ayat dan bukan per kata, kaidah antar-kata ikut terpakai — hamzah washal lesap beserta huruf syamsiyah (bismi + allâhibismillâhi), mad dipendekkan saat bertemu sakin, idgham dan iqlab, serta waqaf di ujung ayat. Belum ditashih siapa pun, dan tidak dimaksudkan menggantikan belajar membaca huruf Arab. Satu hal sengaja berbeda dari cetakan: kami tidak menghentikan bacaan pada tanda waqaf di tengah ayat, karena setelah kami periksa, titik henti pada cetakan ternyata tidak mengikuti tanda yang tercetak di mushaf sehingga tidak bisa kami turunkan dari data — di layar, satu ayat selalu ditulis bersambung sampai ujungnya.
Warna tajwid cpfair/quran-tajweed — pohon keputusan 18 hukum bacaan CC BY 4.0 Kami jalankan ulang atas teks kami sendiri setelah menyelaraskan empat beda ejaan QPC↔Tanzil, lalu memeriksanya dengan mesin kaidah yang kami tulis terpisah. Belum ditashih siapa pun.
Tanda waqaf Tanda yang memang tercetak di teks QPC; penjelasannya kami susun dari rujukan tajwid karya kami Jumlah tiap tanda kami hitung sendiri dari teks ini. Angka pembanding Mushaf Standar Indonesia berasal dari sumber luar dan belum kami periksa satu per satu.
Audio murattal everyayah.com (hotlink, tidak kami simpan) lisensi tidak diketahui Situs itu tidak memuat pernyataan lisensi atau hak cipta apa pun. Kami sedang mencari sumber berlisensi pasti sebagai gantinya. Audio adalah satu-satunya bagian yang tidak ikut offline.
Segmen kata audio
(sorot kata berjalan)
quran-align oleh Collin Fair, rilis 24 November 2016 (github.com/cpfair/quran-align) CC BY 4.0 Berkas waktu per kata untuk dua belas qari — dari dua puluh satu qari yang bisa dipilih di Reader; empat lagi memakai sumber kedua (lihat di bawah), dan lima sisanya tetap bisa diputar, hanya tanpa sorot kata karena data waktunya memang tidak ada. Dua hal kami ukur sendiri dan sebut apa adanya: (1) penyusunnya memakai pemisahan kata teks Tanzil, penomoran kami memakai QPC — keduanya cocok pada 6.229 dari 6.236 ayat, dan pada ayat yang tidak cocok sorot kata sengaja dimatikan daripada menyorot kata yang keliru; (2) untuk Al-Husary dan Abdul Basit, berkas waktu yang tersedia dibuat atas rekaman berlaju bit lebih rendah — durasinya kami ukur berselisih 8–60 ms dan 31–32 ms dari rekaman yang kami putar, lebih kecil daripada ketelitian data itu sendiri (penyusunnya mengukur simpangan rata-rata <73 ms); enam qari yang kami tambahkan 20 September 2026 justru kami putar pada rekaman berlaju bit sama dengan berkas waktunya, sehingga tidak perlu penyesuaian sama sekali. Dua cacat di data sumbernya kami sebut juga: berkas As-Sudais di rilis itu diawali pesan galat proses pembuatannya sebelum datanya (datanya sendiri utuh 6.236 ayat), dan pada Asy-Syuraim satu ayat (Yusuf: 76) tidak punya data waktu sama sekali sehingga ayat itu diputar tanpa sorot. Selain itu 214 dari 772.773 penggal waktu (0,028 %) tercatat berakhir sebelum atau tepat saat dimulai; penggal begitu kami jepit supaya waktunya selalu maju, akibatnya kata itu tidak tersorot — sekali lagi, lebih baik diam daripada keliru. Untuk Mahir al-Mu'aiqly, Yasir ad-Dausari, Sa'ad al-Ghamidi, dan Khalifah at-Tunaiji data waktunya bukan dari sini melainkan dari QUL (qul.tarteel.ai, Quranic Universal Library, milik Tarteel) — halaman sumber dayanya tidak mencantumkan lisensi, dan itu kami sebut apa adanya. Dua hal kami ukur sendiri sebelum memakainya: berkas audio yang ditunjuk QUL ternyata berkas yang sama persis dengan yang kami putar dari everyayah (ukuran bita dan durasi identik, selisih 0 ms, pada ayat-ayat uji untuk keempat qari itu), dan penomoran katanya cocok dengan penomoran kami pada 92,6–93,8 % ayat (paling rendah Mahir al-Mu'aiqly 5.772 dari 6.236, paling tinggi Khalifah at-Tunaiji 5.851); sisanya diputar tanpa sorot karena pemisahan katanya berbeda atau urutan indeksnya rusak di data itu sendiri.
Mutasyabihat
(frasa yang berulang)
Dihitung sendiri dari teks kata Reader ini juga (lapisan “kata per kata” di atas) — bukan unduhan pihak ketiga karya kami Yang ditandai adalah frasa tiga kata atau lebih yang muncul di lebih dari satu ayat: 3.744 frasa, 12.142 kemunculan, menyentuh 3.877 dari 6.236 ayat. Ini hitungan mekanis atas teks, bukan daftar mutasyabihat karya ulama, dan kami menyebutnya begitu di dalam aplikasi juga. Tiga hal kami ukur dan sebut apa adanya: (1) mushaf menulis idgham dengan memindahkan syaddah ke huruf pertama kata berikutnya, sehingga kata yang sama muncul dalam dua ejaan — kami satukan keduanya, kecuali sembilan kelompok yang ternyata benar-benar dua kata berbeda (mis. مَّالِ “harta” lawan مَالِ “apa bagi”), yang sengaja tidak disatukan; (2) penomoran kata di dalam Reader ternyata berbeda satu angka antara tampilan bersambung dan tampilan mushaf cetak pada 199 ayat bertanda hizb ۞ — penandaan kami menyesuaikan diri pada tiap tampilan, dan perbedaannya kami catat untuk diperbaiki di akarnya; (3) pada empat ayat yang pemisahan katanya memang berbeda antara kedua tampilan (15:7, 27:20, 36:22, 37:130) penandaan di tampilan mushaf cetak sengaja dimatikan — lebih baik diam daripada menandai kata yang keliru, kaidah yang sama dengan sorot kata di atas. Belum ditashih siapa pun.
Ayat serupa
(kembaran & mode penghafal)
Dihitung sendiri dari teks kata Reader ini juga — sumber yang sama dengan baris Mutasyabihat di atas karya kami Dua ayat dipasangkan bila berbagi potongan tiga kata atau lebih, lalu diberi skor: berapa persen dari kedua ayat itu sama (koefisien Dice atas kata). Yang disimpan berskor ≥ 50: 1.455 pasangan — 729 sama persis, 132 beda satu sampai dua kata, 594 selebihnya — menyentuh 1.023 dari 6.236 ayat. Ini hitungan mekanis atas teks, bukan daftar mutasyabihat karya ulama, dan kami menyebutnya begitu di dalam aplikasi juga. Dua hal kami ukur dan sebut apa adanya: (1) mushaf menulis tanwin dalam dua bentuk (ٍ dan bentuk bertumpuknya) — saat mencocokkan kedua bentuk kami anggap sama, kalau tidak QS 3:89 dan 24:5 yang identik kata per kata akan terbaca “beda satu kata”; tetapi perbedaan itu tetap dilaporkan, tidak disamarkan, dan ayat yang begitu kami sebut “sama, beda penulisan tanwin”; (2) penanda di dalam teks mengikuti penomoran kata tiap tampilan, dengan kekecualian yang sama seperti baris Mutasyabihat. Angka pembanding di pustaka QUL (4.001 baris) tidak kami pakai dan tidak bisa dibandingkan langsung, karena rumus skor mereka tidak dipublikasikan. Belum ditashih siapa pun.
Penutup ayat (fawasil) Dihitung sendiri dari teks kata Reader ini juga — sumber yang sama dengan dua baris di atas karya kami Ayat dikelompokkan menurut dua kata terakhirnya: 765 pola yang dipakai lebih dari satu ayat, menyentuh 3.000 dari 6.236 ayat (48,1 %). Lapisan ini sengaja dibuat karena dua lapisan di atas menuntut potongan minimal tiga kata, sedangkan penutup ayat umumnya dua — 2.218 ayat karenanya tidak tersentuh keduanya. Selain jumlah ayat yang berakhir sama, kami juga menandai penutup yang beda tepat satu kata (mis. لَا يَعْلَمُونَ lawan لَا يُؤْمِنُونَ), sebab di situlah hafalan paling sering tersangkut. Dua bentuk penulisan tanwin dianggap sama, alasannya sama dengan baris Ayat serupa. Ini hitungan mekanis atas teks, bukan daftar fawasil karya ulama, dan kami menyebutnya begitu di dalam aplikasi juga. Belum ditashih siapa pun.
Font Arab KFGQPC Uthmanic Script HAFS bila terpasang di perangkat Anda; bila tidak, Amiri Quran yang disematkan SIL OFL Amiri berlisensi Open Font License. Karena fontnya bisa berbeda antar perangkat, bentuk sebagian glif bisa sedikit berbeda dari mushaf cetak.
Meter matan hadis (≥90 % & terbuka penuh) Korpus all_hadiths_clean (Kaggle, CC0) — enam kitab Kutubus Sittah, 29.778 matan; isnad dipisahkan dengan rantai perawi all_rawis (Kaggle, CC0), lalu dicocokkan ke kurikulum kosakata kami CC0 + karya kami Angkanya perkiraan dan sengaja merendahkan: nama orang tidak ikut dihitung, dan uji mata 40/40 menunjukkan sebagian matan di zona 86–90 % sebenarnya sudah ≥90 %. Yang dipajang sebagai “terbuka penuh” adalah versi saringan ketat (uji mata 39/40, presisi korpus emas Al-Qur'an 96,5 %); versi lama gagal uji mata (29/40) dan tidak dipakai. Belum ditashih siapa pun.
Meter bacaan ibadah harian 18 bacaan shalat & dzikir dari Modul Ibadah Harian paket ini, kosakatanya dibedah dengan tangan lalu dipetakan ke tahap kurikulum karya kami Dibedah tangan karena mesin pemetaan tidak cukup sepakat dengan hasil tangan — mesinnya tidak dipakai. Al-Fatihah & Ayat Kursi dikecualikan (sudah dihitung di meter ayat terbuka), begitu pula 71 token varian bacaan yang belum dibedah. Yang dipajang adalah kolom konservatif (tanpa tujuh kata delta).
Kurikulum, pembagian tahap, modul, skrip Karya penyusun (dibantu AI) CC BY-SA 4.0 Boleh dipakai ulang dengan atribusi dan berbagi-serupa.

Rincian lisensi selengkapnya, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan lembaga pengadopsi, ada di dokumen Kebijakan Lisensi paket ini.

Angka yang bisa diperiksa

Ini hasil pemeriksaan kami sendiri, bukan klaim. Setiap angka dihitung dari teks yang sedang Anda baca.

6.236ayat, 114 surah, 604 halaman mushaf
60.031penanda hukum tajwid
99,84%kesepakatan dua mesin tajwid yang saling bebas
0,145%selisih yang sungguh mengubah warna di layar
4.272tanda waqaf — cocok dengan angka Mushaf Madinah
0tanda لا — memang tidak dipakai mushaf ini

Kesalahan yang pernah kami temukan dan perbaiki

Kami menuliskan kesalahan kami sendiri di sini dengan sengaja. Halaman "dari mana teks ini berasal" yang hanya memuat hal-hal baik tidak ada gunanya.

Yang belum kami pastikan

Menemukan kesalahan? Beri tahu kami

Satu laporan yang tepat lebih berharga daripada seratus pujian. Anda tidak perlu punya akun untuk melapor.

Yang kami simpan: jenis laporan, rujukan, isi laporan, dan kontak bila Anda mengisinya. Alamat IP Anda tidak kami simpan — yang tersimpan hanya sidik acaknya, semata-mata untuk mencegah banjir kiriman, dan tidak bisa dikembalikan menjadi alamat asli.

Atribusi

Quranic Arabic Corpus (Kais Dukes, Universitas Leeds) · Quranic Universal Library / Tarteel · Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd, Madinah · Kementerian Agama RI · cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0) · Open Hadith Data (ODbL 1.0) · font Amiri (SIL Open Font License) · everyayah.com · kitab-kitab gharib dan i'rab yang disebut di atas. Kekeliruan apa pun dalam penyajian adalah tanggung jawab kami, bukan sumber-sumber tersebut.