Sunan Abu Dawud · 2307

No. 2682 versi Muhyiddin 'Abdul Hamid

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Jihadكتاب الجهاد
Bab
Bab 126: Tawanan yang dipaksa masuk Islamباب فِي الأَسِيرِ يُكْرَهُ عَلَى الإِسْلاَمِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَلِيٍّ الْمُقَدَّمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي السِّجِسْتَانِيَّ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ وَهَذَا لَفْظُهُ ح و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَتْ الْمَرْأَةُ تَكُونُ مِقْلَاتًا فَتَجْعَلُ عَلَى نَفْسِهَا إِنْ عَاشَ لَهَا وَلَدٌ أَنْ تُهَوِّدَهُ فَلَمَّا أُجْلِيَتْ بَنُو النَّضِيرِ كَانَ فِيهِمْ مِنْ أَبْنَاءِ الْأَنْصَارِ فَقَالُوا لَا نَدَعُ أَبْنَاءَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنْ الْغَيِّ } قَالَ أَبُو دَاوُد الْمِقْلَاتُ الَّتِي لَا يَعِيشُ لَهَا وَلَدٌ.

Terjemah

Muhammad bin Umar bin Ali al-Muqaddami menyampaikan kepada kami, dia berkata: Asy'ats bin Abdullah — yakni as-Sijistani — menyampaikan kepada kami; dan Ibnu Basysyar menyampaikan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Adi menyampaikan kepada kami — dan ini adalah lafalnya; dan al-Hasan bin Ali menyampaikan kepada kami, dia berkata: Wahb bin Jarir menyampaikan kepada kami, dari Syu'bah, dari Abu Bisyr, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Dahulu seorang perempuan yang anaknya tidak pernah hidup (miqlat) bernazar atas dirinya bahwa jika anaknya hidup, dia akan menjadikannya Yahudi. Maka ketika Bani Nadhir diusir, di antara mereka terdapat anak-anak kaum Anshar. Maka mereka berkata, "Kami tidak akan meninggalkan anak-anak kami." Maka Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat, "Tidak ada paksaan dalam agama; sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat." Abu Dawud berkata: Al-miqlat adalah perempuan yang anaknya tidak pernah hidup.