- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Jihadكتاب الجهاد
- Bab
- Bab 168: Berdamai dengan musuhباب فِي صُلْحِ الْعَدُوِّ
Teks Arab
Terjemah
Muhammad bin Ubaid menyampaikan kepada kami, bahwa Muhammad bin Tsaur menyampaikan kepada mereka, dari Ma'mar, dari az-Zuhri, dari Urwah bin az-Zubair, dari al-Miswar bin Makhramah, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar pada masa Hudaibiyah bersama seribu lebih sahabatnya. Ketika mereka berada di Dzu al-Hulaifah, beliau mengalungi hewan kurban dan memberinya tanda, lalu berihram untuk umrah. Lalu dia melanjutkan hadis tersebut. Dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terus berjalan sampai ketika beliau berada di jalan bukit tempat mereka akan turun menuju (Makkah), tunggangannya menderum. Maka orang-orang berkata, "Hal, hal! al-Qashwa' membangkang!" — dua kali. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dia tidak membangkang, dan itu bukan tabiatnya. Akan tetapi dia ditahan oleh Dzat yang menahan pasukan bergajah." Kemudian beliau bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka tidak akan meminta kepadaku hari ini satu ketentuan pun yang dengannya mereka mengagungkan kehormatan-kehormatan Allah, kecuali aku akan memberikannya kepada mereka." Kemudian beliau menghalau tunggangannya, maka ia bangkit. Lalu beliau menyimpang dari (jalan) mereka sampai turun di ujung Hudaibiyah pada sebuah lubang air yang sedikit airnya. Maka datang kepada beliau Budail bin Warqa' al-Khuza'i, kemudian datang pula Urwah bin Mas'ud dan mulai berbicara kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Setiap kali dia berbicara kepada beliau, dia memegang jenggot beliau, sedangkan al-Mughirah bin Syu'bah berdiri di dekat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa pedang dan memakai penutup kepala besi. Maka dia memukul tangan Urwah dengan sarung pedangnya dan berkata, "Jauhkan tanganmu dari jenggot beliau!" Maka Urwah mengangkat kepalanya dan berkata, "Siapa ini?" Mereka berkata, "Al-Mughirah bin Syu'bah." Maka dia berkata, "Hai pengkhianat! Bukankah aku masih berusaha menyelesaikan (akibat) pengkhianatanmu?" — dahulu al-Mughirah pernah menyertai suatu kaum pada masa Jahiliah lalu membunuh mereka dan mengambil harta mereka, kemudian dia datang dan masuk Islam. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Adapun keislaman, maka kami terima; dan adapun harta, maka itu adalah harta pengkhianatan, kami tidak berhajat padanya." Lalu dia menyebutkan hadis tersebut. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tulislah: Ini adalah perjanjian yang diputuskan oleh Muhammad Rasulullah ..." dan dia menceritakan kisahnya. Maka Suhail berkata, "Dan dengan syarat bahwa tidak seorang pun dari kami datang kepadamu — walaupun dia mengikuti agamamu — kecuali engkau kembalikan dia kepada kami." Ketika beliau selesai dari urusan penulisan perjanjian itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabatnya, "Berdirilah, sembelihlah (hewan kurban), kemudian bercukurlah." Kemudian datang beberapa perempuan mukminah yang berhijrah — (turunlah) ayat itu — maka Allah melarang mereka mengembalikan para perempuan itu dan memerintahkan mereka mengembalikan maharnya. Kemudian beliau kembali ke Madinah. Maka datang kepada beliau Abu Bashir, seorang lelaki dari Quraisy; lalu mereka mengirim (orang) untuk mencarinya, dan beliau menyerahkannya kepada dua orang lelaki. Maka keduanya keluar membawanya, sampai ketika mereka mencapai Dzu al-Hulaifah, mereka berhenti untuk makan kurma milik mereka. Maka Abu Bashir berkata kepada salah satu dari dua orang itu, "Demi Allah, sungguh aku melihat pedangmu ini bagus, hai Fulan." Maka yang lain menghunuskannya dan berkata, "Benar, aku telah mencobanya." Maka Abu Bashir berkata, "Perlihatkan kepadaku agar aku melihatnya." Maka orang itu memberikannya kepadanya, lalu dia menebasnya hingga mati. Dan yang lain melarikan diri sampai datang ke Madinah, lalu masuk masjid dengan berlari. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Orang ini telah melihat sesuatu yang menakutkan." Maka dia berkata, "Demi Allah, kawanku telah terbunuh, dan aku pun (hampir) terbunuh." Lalu Abu Bashir datang dan berkata, "Allah telah menyempurnakan tanggung jawabmu; engkau telah mengembalikanku kepada mereka, kemudian Allah menyelamatkanku dari mereka." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Celaka ibunya! Dia adalah pengobar peperangan, seandainya dia punya pendukung." Ketika dia mendengar hal itu, dia mengetahui bahwa beliau akan mengembalikannya kepada mereka; maka dia keluar sampai tiba di tepi laut. Dan Abu Jandal pun meloloskan diri lalu bergabung dengan Abu Bashir, sampai terkumpul dari mereka satu kelompok.