Sunan Abu Dawud · 2587

No. 2980 versi Muhyiddin 'Abdul Hamid

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Upeti (Kharaj), Fai', dan Kepemimpinanكتاب الخراج والإمارة والفىء
Bab
Bab 20: Penjelasan tempat-tempat pembagian seperlima dan bagian kerabatباب فِي بَيَانِ مَوَاضِعِ قَسْمِ الْخُمُسِ وَسَهْمِ ذِي الْقُرْبَى

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُسَدِّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ أَخْبَرَنِي جُبَيْرُ بْنُ مُطْعِمٍ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ وَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَهْمَ ذِي الْقُرْبَى فِي بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَّلِبِ وَتَرَكَ بَنِي نَوْفَلٍ وَبَنِي عَبْدِ شَمْسٍ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَعُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ حَتَّى أَتَيْنَا النَّبِيَّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو هَاشِمٍ لَا نُنْكِرُ فَضْلَهُمْ لِلْمَوْضِعِ الَّذِي وَضَعَكَ اللَّهُ بِهِ مِنْهُمْ فَمَا بَالُ إِخْوَانِنَا بَنِي الْمُطَّلِبِ أَعْطَيْتَهُمْ وَتَرَكْتَنَا وَقَرَابَتُنَا وَاحِدَةٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا وَبَنُو الْمُطَّلِبِ لَا نَفْتَرِقُ فِي جَاهِلِيَّةٍ وَلَا إِسْلَامٍ وَإِنَّمَا نَحْنُ وَهُمْ شَيْءٌ وَاحِدٌ وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ ﷺ.صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Terjemah

Musaddad menyampaikan kepada kami, Husyaim menyampaikan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari az-Zuhri, dari Sa'id bin al-Musayyab, Jubair bin Muth'im mengabarkan kepadaku, dia berkata: Ketika terjadi perang Khaibar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menempatkan bagian dzawil qurba (kerabat) pada Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib, dan beliau meninggalkan Bani Naufal dan Bani Abdi Syams. Maka aku dan Utsman bin Affan pergi menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu kami berkata, "Wahai Rasulullah, mereka Bani Hasyim, kami tidak mengingkari keutamaan mereka karena kedudukan yang Allah tempatkan engkau di tengah mereka. Namun bagaimana halnya dengan saudara-saudara kami Bani al-Muththalib; engkau memberi mereka dan meninggalkan kami, padahal kekerabatan kami sama?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya kami dan Bani al-Muththalib tidak pernah berpisah, baik pada masa jahiliah maupun pada masa Islam. Kami dan mereka hanyalah satu." Lalu beliau menjalinkan jari-jemarinya.