- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Shalatكتاب الصلاة
- Bab
- Bab 211: Keutamaan hari Jum'atباب فَضْلِ الْجُمُعَةِ
Teks Arab
Terjemah
Ibrahim bin Musa menyampaikan kepada kami, Isa mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menyampaikan kepada kami, dia berkata: Atha' al-Khurasani menyampaikan kepadaku, dari maula istrinya Ummu Utsman, dia berkata: Aku mendengar Ali radhiyallahu 'anhu di atas mimbar Kufah berkata: Apabila tiba hari Jumat, para setan berangkat pagi dengan membawa panji-panji mereka ke pasar-pasar; mereka melemparkan kepada manusia hal-hal yang menyibukkan dan melalaikan mereka dari Jumat. Dan para malaikat berangkat pagi lalu duduk di pintu-pintu masjid, mencatat orang yang datang pada jam pertama, orang yang datang pada jam kedua, sampai imam keluar. Apabila seseorang duduk di tempat yang memungkinkannya menyimak dan melihat, lalu dia diam dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya dua bagian pahala. Jika dia menjauh dan duduk di tempat yang tidak dapat mendengar, lalu diam dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya satu bagian pahala. Dan jika dia duduk di tempat yang memungkinkannya menyimak dan melihat, lalu berbuat sia-sia dan tidak diam, maka baginya satu bagian dosa. Barang siapa pada hari Jumat berkata kepada temannya, "Diam!", maka sungguh dia telah berbuat sia-sia; dan barang siapa berbuat sia-sia, maka tidak ada baginya sesuatu pun dari Jumatnya itu. Kemudian di akhir perkataannya dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian. Abu Dawud berkata, "Al-Walid bin Muslim meriwayatkannya dari Ibnu Jabir; dia menyebut 'ar-raba'its' dan berkata: maula istrinya, Ummu Utsman bin Atha'."