Musnad Ahmad · 5236

No. 5493 pada edisi ar-Risalah

Derajat
Memuat derajat…

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يُعْطِيَ الْعَطِيَّةَ ثُمَّ يَرْجِعَ فِيهَا إِلَّا الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ وَمَثَلُ الَّذِي يُعْطِي الْعَطِيَّةَ ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا كَمَثَلِ الْكَلْبِ أَكَلَ حَتَّى إِذَا شَبِعَ قَاءَ ثُمَّ عَادَ فِيهِ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far: telah menceritakan kepada kami Husain al-Mu'allim, dari Amr bin Syu'aib, dari Thawus, dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Tidak halal bagi seseorang memberikan suatu pemberian kemudian menariknya kembali, kecuali orang tua terhadap apa yang ia berikan kepada anaknya. Dan perumpamaan orang yang memberikan pemberian kemudian menariknya kembali adalah seperti anjing: ia makan hingga apabila kenyang ia memuntahkannya, kemudian ia kembali memakannya."