- Derajat
- Kitab
- Lupa dalam Shalat (Sahwi)كتاب السهو
- Bab
- Bab 9: Isyarat dalam shalatباب الإِشَارَةِ فِي الصَّلاَةِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu, bahwa sampai kabar kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa di antara Bani Amr bin Auf terjadi sesuatu (perselisihan). Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk mendamaikan mereka bersama sejumlah orang. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertahan dan tibalah waktu shalat. Maka Bilal mendatangi Abu Bakar radhiyallahu 'anhu dan berkata: 'Wahai Abu Bakar, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertahan dan waktu shalat telah tiba. Maukah engkau mengimami orang banyak?' Ia menjawab: 'Ya, jika engkau menghendaki.' Maka Bilal mengiqamati dan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu maju lalu bertakbir bagi orang banyak. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang berjalan di antara shaf-shaf sampai berdiri di shaf. Maka orang-orang mulai bertepuk tangan. Dan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu tidak menoleh dalam shalatnya. Ketika orang-orang semakin banyak (bertepuk), ia menoleh, ternyata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (ada di sana). Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat kepadanya memerintahkannya agar tetap shalat. Namun Abu Bakar radhiyallahu 'anhu mengangkat kedua tangannya lalu memuji Allah dan mundur ke belakang sampai berdiri di shaf. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maju lalu mengimami orang banyak. Ketika selesai, beliau menghadap kepada orang banyak lalu bersabda: 'Wahai manusia, mengapa kalian ketika terjadi sesuatu dalam shalat lantas bertepuk tangan? Sesungguhnya tepuk tangan itu bagi kaum wanita. Barangsiapa mengalami sesuatu dalam shalatnya, hendaklah ia mengucapkan subhanallah; karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mendengarnya ketika ia mengucapkan subhanallah melainkan ia akan menoleh. Wahai Abu Bakar, apa yang menghalangimu untuk tetap mengimami orang banyak ketika aku memberi isyarat kepadamu?' Maka Abu Bakar radhiyallahu 'anhu menjawab: 'Tidak pantas bagi putra Abu Quhafah untuk shalat (mengimami) di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.'