Shahih Bukhari · 2056

No. 2208 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Jual Beli dan Perdaganganكتاب البيوع
Bab
Bab 93: Jual beli mukhadharahباب بَيْعِ الْمُخَاضَرَةِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ ثَمَرِ التَّمْرِ حَتَّى يَزْهُوَ فَقُلْنَا لِأَنَسٍ مَا زَهْوُهَا قَالَ تَحْمَرُّ وَتَصْفَرُّ أَرَأَيْتَ إِنْ مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ بِمَ تَسْتَحِلُّ مَالَ أَخِيكَ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far, dari Humaid, dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjual buah kurma sampai menguning. Maka kami bertanya kepada Anas: 'Apa itu zahwuha?' Ia menjawab: 'Memerah dan menguning. Bagaimana pendapatmu jika Allah menghalangi (merusak) buah itu, dengan alasan apa engkau menghalalkan harta saudaramu?'