Shahih Bukhari · 2125

No. 2287 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Pengalihan Utang dari Satu Orang kepada Orang Lain (Al-Hawalah)كتاب الحوالات
Bab
Bab 1: Tentang hawalah, dan apakah boleh menarik kembali dalam hawalahباب فِي الْحَوَالَةِ، وَهَلْ يَرْجِعُ فِي الْحَوَالَةِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Menunda pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah kezaliman. Dan apabila utang salah seorang dari kalian dialihkan kepada orang yang mampu, hendaklah ia menerimanya.'