- Derajat
- Kitab
- Seperlima Harta Rampasan untuk Jalan Allah (Khumus)كتاب فرض الخمس
- Bab
- Bab 18: Orang yang tidak mengambil khumus dari salab-salabبَابُ مَنْ لَمْ يُخَمِّسِ الأَسْلاَبَ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Yahya bin Sa'id, dari Ibnu Aflah, dari Abu Muhammad maula Abu Qatadah, dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada tahun Hunain. Ketika kami bertemu musuh, kaum Muslimin sempat kacau. Aku melihat seorang musyrik menguasai seorang Muslim, maka aku berputar sampai mendatanginya dari belakang, lalu aku tebas dia dengan pedang pada urat bahunya. Ia berbalik kepadaku dan memelukku dengan pelukan yang membuatku merasakan bau kematian; kemudian kematian menjemputnya sehingga ia melepaskanku. Aku lalu menyusul Umar bin Al-Khaththab dan bertanya: 'Ada apa dengan orang-orang?' Ia menjawab: 'Ketetapan Allah.' Kemudian orang-orang kembali, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam duduk lalu bersabda: 'Barangsiapa membunuh seorang musuh dan memiliki bukti atasnya, maka baginya barang rampasan orang itu.' Maka aku berdiri dan berkata: 'Siapa yang mau bersaksi untukku?' lalu aku duduk. Kemudian beliau bersabda lagi: 'Barangsiapa membunuh seorang musuh dan memiliki bukti atasnya, maka baginya barang rampasannya.' Aku berdiri dan berkata: 'Siapa yang mau bersaksi untukku?' lalu aku duduk. Kemudian beliau mengucapkannya yang ketiga kalinya, maka aku berdiri. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: 'Ada apa denganmu, hai Abu Qatadah?' Maka aku ceritakan kisahnya kepada beliau. Seorang lelaki berkata: 'Ia benar, wahai Rasulullah, dan barang rampasan itu ada padaku; maka relakanlah ia menerima ganti dariku.' Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu berkata: 'Tidak, demi Allah! Beliau tidak akan menyerahkan (hak) seekor singa dari singa-singa Allah yang berperang membela Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu memberikan salabnya kepadamu.' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Ia benar,' dan beliau pun memberikannya kepadaku. Lalu aku menjual baju besi itu dan dengannya aku membeli sebidang kebun di Bani Salimah; itulah harta pertama yang aku kumpulkan dalam Islam.