- Derajat
- Kitab
- Keutamaan Para Sahabat Nabi saw.كتاب فضائل أصحاب النبى صلى الله عليه وسلم
- Bab
- Bab 5: Sabda Nabi saw.: "Seandainya aku menjadikan seorang kekasih", Abu Sa'id mengatakannyaباب قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم " لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلاً " قَالَهُ أَبُو سَعِيدٍ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Miskin Abu Al-Hasan, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hassan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman, dari Syarik bin Abu Namir, dari Sa'id bin Al-Musayyab, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Abu Musa Al-Asy'ari, bahwa ia berwudhu di rumahnya kemudian keluar. Ia berkata: 'Sungguh aku akan menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berada bersama beliau sepanjang hariku ini.' Ia berkata: Maka ia datang ke masjid dan bertanya tentang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka menjawab: 'Beliau keluar menuju ke arah sana.' Maka aku keluar mengikuti jejak beliau sambil bertanya tentang beliau, sampai beliau masuk ke sumur Aris. Aku duduk di dekat pintunya — pintunya terbuat dari pelepah kurma — sampai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menunaikan hajatnya dan berwudhu. Maka aku bangkit menuju beliau, dan ternyata beliau duduk di tepi sumur Aris, di tengah bibirnya, menyingkap kedua betisnya dan menjulurkannya ke dalam sumur. Aku mengucapkan salam kepada beliau kemudian pergi dan duduk di dekat pintu. Aku berkata: 'Sungguh aku akan menjadi penjaga pintu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hari ini.' Maka datanglah Abu Bakar dan mendorong pintu. Aku bertanya: 'Siapa ini?' Ia menjawab: 'Abu Bakar.' Aku berkata: 'Tunggu sebentar.' Kemudian aku pergi dan berkata: 'Wahai Rasulullah, ini Abu Bakar meminta izin.' Beliau bersabda: 'Izinkan ia masuk dan berilah ia kabar gembira dengan surga.' Maka aku kembali dan berkata kepada Abu Bakar: 'Masuklah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberimu kabar gembira dengan surga.' Maka Abu Bakar masuk dan duduk di sebelah kanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersama beliau di bibir sumur, menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan menyingkap kedua betisnya. Kemudian aku kembali dan duduk, sementara aku telah meninggalkan saudaraku sedang berwudhu dan akan menyusulku. Aku berkata: 'Jika Allah menghendaki kebaikan bagi si fulan' — maksudnya saudaranya — 'niscaya Dia mendatangkannya.' Tiba-tiba ada orang menggerakkan pintu. Aku bertanya: 'Siapa ini?' Ia menjawab: 'Umar bin Al-Khaththab.' Aku berkata: 'Tunggu sebentar.' Kemudian aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mengucapkan salam, dan berkata: 'Ini Umar bin Al-Khaththab meminta izin.' Beliau bersabda: 'Izinkan ia masuk dan berilah ia kabar gembira dengan surga.' Maka aku datang dan berkata: 'Masuklah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberimu kabar gembira dengan surga.' Maka ia masuk dan duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di bibir sumur sebelah kiri beliau, dan menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku berkata: 'Jika Allah menghendaki kebaikan bagi si fulan, niscaya Dia mendatangkannya.' Maka datanglah seseorang menggerakkan pintu. Aku bertanya: 'Siapa ini?' Ia menjawab: 'Utsman bin Affan.' Aku berkata: 'Tunggu sebentar.' Maka aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkannya. Beliau bersabda: 'Izinkan ia masuk dan berilah ia kabar gembira dengan surga disertai ujian yang akan menimpanya.' Maka aku datang kepadanya dan berkata: 'Masuklah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberimu kabar gembira dengan surga disertai ujian yang akan menimpamu.' Maka ia masuk dan mendapati bibir sumur telah penuh, lalu ia duduk berhadapan dengan mereka di sisi yang lain. Syarik bin Abdullah berkata: Sa'id bin Al-Musayyab berkata: 'Maka aku menakwilkannya sebagai (isyarat letak) kubur-kubur mereka.'