- Derajat
- Kitab
- Keutamaan Kaum Anshar di Madinahكتاب مناقب الأنصار
- Bab
- Bab 10: "Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan"بَابُ: {وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ}
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dawud, dari Fudhail bin Ghazwan, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka beliau mengirim utusan kepada para istrinya, namun mereka menjawab: 'Kami tidak memiliki apa pun kecuali air.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Siapa yang mau menampung atau menjamu orang ini?' Seorang lelaki dari kaum Anshar berkata: 'Aku.' Maka ia membawanya kepada istrinya dan berkata: 'Muliakanlah tamu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.' Istrinya berkata: 'Kita tidak punya apa-apa kecuali makanan untuk anak-anakku.' Ia berkata: 'Siapkanlah makananmu, nyalakan lampumu, dan tidurkan anak-anakmu apabila mereka hendak makan malam.' Maka istrinya menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Kemudian ia berdiri seolah-olah hendak memperbaiki lampunya, lalu memadamkannya. Maka keduanya berpura-pura di hadapan tamu itu seolah-olah sedang makan, padahal keduanya bermalam dalam keadaan lapar. Ketika pagi tiba, ia menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: 'Allah tertawa (rida) malam ini' — atau: 'Allah takjub — terhadap perbuatan kalian berdua.' Maka Allah menurunkan ayat: {Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, merekalah orang-orang yang beruntung}.