Shahih Bukhari · 5611

Penomoran Al-'Alamiyyah

Derajat
Kitab
Adab dan Akhlak Terpuji (Al-Adab)كتاب الأدب
Bab
Bab 61: Kesombonganباب الْكِبْرِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عَوْفُ بْنُ مَالِكِ بْنِ الطُّفَيْلِ هُوَ ابْنُ الْحَارِثِ وَهُوَ ابْنُ أَخِي عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمِّهَا أَنَّ عَائِشَةَ حُدِّثَتْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ قَالَ فِي بَيْعٍ أَوْ عَطَاءٍ أَعْطَتْهُ عَائِشَةُ وَاللَّهِ لَتَنْتَهِيَنَّ عَائِشَةُ أَوْ لَأَحْجُرَنَّ عَلَيْهَا فَقَالَتْ أَهُوَ قَالَ هَذَا قَالُوا نَعَمْ قَالَتْ هُوَ لِلَّهِ عَلَيَّ نَذْرٌ أَنْ لَا أُكَلِّمَ ابْنَ الزُّبَيْرِ أَبَدًا فَاسْتَشْفَعَ ابْنُ الزُّبَيْرِ إِلَيْهَا حِينَ طَالَتْ الْهِجْرَةُ فَقَالَتْ لَا وَاللَّهِ لَا أُشَفِّعُ فِيهِ أَبَدًا وَلَا أَتَحَنَّثُ إِلَى نَذْرِي فَلَمَّا طَالَ ذَلِكَ عَلَى ابْنِ الزُّبَيْرِ كَلَّمَ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الْأَسْوَدِ بْنِ عَبْدِ يَغُوثَ وَهُمَا مِنْ بَنِي زُهْرَةَ وَقَالَ لَهُمَا أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ لَمَّا أَدْخَلْتُمَانِي عَلَى عَائِشَةَ فَإِنَّهَا لَا يَحِلُّ لَهَا أَنْ تَنْذِرَ قَطِيعَتِي فَأَقْبَلَ بِهِ الْمِسْوَرُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ مُشْتَمِلَيْنِ بِأَرْدِيَتِهِمَا حَتَّى اسْتَأْذَنَا عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَا السَّلَامُ عَلَيْكِ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ أَنَدْخُلُ قَالَتْ عَائِشَةُ ادْخُلُوا قَالُوا كُلُّنَا قَالَتْ نَعَم ادْخُلُوا كُلُّكُمْ وَلَا تَعْلَمُ أَنَّ مَعَهُمَا ابْنَ الزُّبَيْرِ فَلَمَّا دَخَلُوا دَخَلَ ابْنُ الزُّبَيْرِ الْحِجَابَ فَاعْتَنَقَ عَائِشَةَ وَطَفِقَ يُنَاشِدُهَا وَيَبْكِي وَطَفِقَ الْمِسْوَرُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ يُنَاشِدَانِهَا إِلَّا مَا كَلَّمَتْهُ وَقَبِلَتْ مِنْهُ وَيَقُولَانِ إِنَّ النَّبِيَّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَمَّا قَدْ عَلِمْتِ مِنْ الْهِجْرَةِ فَإِنَّهُ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ فَلَمَّا أَكْثَرُوا عَلَى عَائِشَةَ مِنْ التَّذْكِرَةِ وَالتَّحْرِيجِ طَفِقَتْ تُذَكِّرُهُمَا نَذْرَهَا وَتَبْكِي وَتَقُولُ إِنِّي نَذَرْتُ وَالنَّذْرُ شَدِيدٌ فَلَمْ يَزَالَا بِهَا حَتَّى كَلَّمَتْ ابْنَ الزُّبَيْرِ وَأَعْتَقَتْ فِي نَذْرِهَا ذَلِكَ أَرْبَعِينَ رَقَبَةً وَكَانَتْ تَذْكُرُ نَذْرَهَا بَعْدَ ذَلِكَ فَتَبْكِي حَتَّى تَبُلَّ دُمُوعُهَا خِمَارَهَا.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhri, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Auf bin Malik bin Ath-Thufail — yaitu Ibnu Al-Harits, ia adalah anak saudara Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari pihak ibunya — bahwa Aisyah diberitahu bahwa Abdullah bin Az-Zubair berkata mengenai suatu penjualan atau pemberian yang Aisyah berikan: 'Demi Allah, Aisyah harus berhenti, atau aku akan membatasi wewenangnya (dalam membelanjakan harta).' Maka Aisyah berkata: 'Apakah ia benar mengatakan ini?' Mereka menjawab: 'Ya.' Aisyah berkata: 'Aku bernazar kepada Allah untuk tidak berbicara dengan Ibnu Az-Zubair selamanya.' Ketika pemutusan hubungan itu berlangsung lama, Ibnu Az-Zubair meminta orang untuk memohonkan syafaat kepadanya, namun Aisyah berkata: 'Tidak, demi Allah, aku tidak akan menerima syafaat siapa pun untuknya selamanya, dan aku tidak akan melanggar nazarku.' Ketika hal itu terasa lama bagi Ibnu Az-Zubair, ia berbicara kepada Al-Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin Al-Aswad bin Abdi Yaghuts — keduanya dari Bani Zuhrah — dan berkata kepada keduanya: 'Aku bersumpah kepada kalian dengan nama Allah, masukkanlah aku kepada Aisyah, karena tidak halal bagi beliau bernazar untuk memutus hubungan denganku.' Maka Al-Miswar dan Abdurrahman datang membawanya, berselimut dengan selendang mereka, hingga keduanya meminta izin masuk kepada Aisyah. Keduanya berkata: 'Assalamu'alaiki wa rahmatullahi wa barakatuh, bolehkah kami masuk?' Aisyah berkata: 'Masuklah.' Mereka berkata: 'Kami semua?' Aisyah berkata: 'Ya, masuklah kalian semua,' dan ia tidak mengetahui bahwa bersama keduanya ada Ibnu Az-Zubair. Ketika mereka masuk, Ibnu Az-Zubair masuk ke dalam hijab lalu memeluk Aisyah dan mulai memohon kepadanya sambil menangis. Al-Miswar dan Abdurrahman pun memohon kepada Aisyah agar mau berbicara dengannya dan menerimanya. Keduanya berkata: 'Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang apa yang telah engkau ketahui tentang memutus hubungan, karena tidak halal bagi seorang muslim memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga malam.' Ketika keduanya banyak mengingatkan dan menekan Aisyah, ia mulai mengingatkan keduanya tentang nazarnya sambil menangis dan berkata: 'Sesungguhnya aku telah bernazar, dan nazar itu berat.' Namun keduanya terus mendesaknya hingga akhirnya ia berbicara dengan Ibnu Az-Zubair, dan ia membebaskan empat puluh orang hamba sebagai penebus nazarnya itu. Setelah itu, apabila ia mengingat nazarnya, ia menangis hingga air matanya membasahi kerudungnya.