Shahih Bukhari · 5997

No. 6478 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)كتاب الرقاق
Bab
Bab 23: Menjaga lisanباب حِفْظِ اللِّسَانِ

Teks Arab

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ سَمِعَ أَبَا النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يَعْني ابْنَ دِينَارٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ.

Terjemah

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Munir, ia mendengar Abu An-Nadhr, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abdullah — yakni Ibnu Dinar — dari ayahnya, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: 'Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang termasuk keridhaan Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena kalimat itu. Dan sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus karenanya ke dalam Jahanam.'