Shahih Bukhari · 6105

No. 6594 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Takdir Ilahi (Al-Qadar)كتاب القدر
Bab
Bab 1: Tentang qadarباب فِي الْقَدَرِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَنْبَأَنِي سُلَيْمَانُ الْأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعٍ بِرِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَاللَّهِ إِنَّ أَحَدَكُمْ أَوْ الرَّجُلَ يَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا غَيْرُ بَاعٍ أَوْ ذِرَاعٍ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا غَيْرُ ذِرَاعٍ أَوْ ذِرَاعَيْنِ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا قَالَ آدَمُ إِلَّا ذِرَاعٌ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Walid Hisyam bin Abdul Malik, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah mengabarkan kepadaku Sulaiman Al-A'masy, ia berkata: Aku mendengar Zaid bin Wahb, dari Abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam — dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan — menceritakan kepada kami, beliau bersabda: 'Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan (penciptaannya) di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama itu pula, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian Allah mengutus seorang malaikat, lalu ia diperintahkan dengan empat perkara: rezekinya, ajalnya, dan sengsara atau berbahagia. Maka demi Allah, sesungguhnya salah seorang dari kalian — atau: seorang lelaki — beramal dengan amalan penghuni neraka sampai tidak ada lagi antara dia dan neraka kecuali sejengkal atau sehasta, lalu ketetapan (takdir) mendahuluinya sehingga ia beramal dengan amalan penghuni surga, maka ia masuk surga. Dan sesungguhnya seorang lelaki beramal dengan amalan penghuni surga sampai tidak ada lagi antara dia dan surga kecuali sehasta atau dua hasta, lalu ketetapan mendahuluinya sehingga ia beramal dengan amalan penghuni neraka, maka ia masuk neraka.' Adam berkata (dalam riwayatnya): 'kecuali sehasta.'