Shahih Bukhari · 6198

No. 6692 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Sumpah dan Nazarكتاب الأيمان والنذور
Bab
Bab 26: Menunaikan nazarباب الْوَفَاءِ بِالنَّذْرِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ الْحَارِثِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ أَوَلَمْ يُنْهَوْا عَنْ النَّذْرِ إِنَّ النَّبِيَّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ النَّذْرَ لَا يُقَدِّمُ شَيْئًا وَلَا يُؤَخِّرُ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِالنَّذْرِ مِنْ الْبَخِيلِ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Al-Harits, bahwa ia mendengar Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: 'Bukankah mereka telah dilarang dari nazar? Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya nazar itu tidak mendahulukan sesuatu dan tidak menundakannya; nazar itu hanyalah sarana untuk mengeluarkan (harta) dari orang yang kikir.'