- Derajat
- Kitab
- Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnahكتاب الاعتصام بالكتاب والسنة
- Bab
- Bab 3: Dibencinya banyak bertanya dan memaksakan diri pada apa yang tidak penting baginyaباب مَا يُكْرَهُ مِنْ كَثْرَةِ السُّؤَالِ وَتَكَلُّفِ مَا لاَ يَعْنِيهِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Musa, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik, dari Warrad juru tulis Al-Mughirah, ia berkata: Muawiyah menulis surat kepada Al-Mughirah: "Tuliskan kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Maka ia menulis kepadanya: Sesungguhnya Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengucapkan setiap selesai shalat: "Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thaita, walaa mu'thiya limaa mana'ta, walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu" (Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan, dan tidak berguna kekayaan orang kaya di hadapan-Mu). Dan ia juga menulis kepadanya: Sesungguhnya beliau melarang dari perkataan "kata ini dan kata itu", banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta; dan beliau melarang mendurhakai ibu, mengubur bayi perempuan hidup-hidup, serta menahan (hak) dan meminta-minta.