Shahih Bukhari · 713

No. 755 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Adzanكتاب الأذان
Bab
Bab 95: Kewajiban bacaan bagi imam dan makmum dalam seluruh shalat, ketika mukim maupun safar, dan bacaan yang dikeraskan di dalamnya serta yang dipelankanباب وُجُوبِ الْقِرَاءَةِ لِلإِمَامِ وَالْمَأْمُومِ فِي الصَّلَوَاتِ كُلِّهَا فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ وَمَا يُجْهَرُ فِيهَا وَمَا يُخَافَتُ

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ شَكَا أَهْلُ الْكُوفَةِ سَعْدًا إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَعَزَلَهُ وَاسْتَعْمَلَ عَلَيْهِمْ عَمَّارًا فَشَكَوْا حَتَّى ذَكَرُوا أَنَّهُ لَا يُحْسِنُ يُصَلِّي فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ فَقَالَ يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ هَؤُلَاءِ يَزْعُمُونَ أَنَّكَ لَا تُحْسِنُ تُصَلِّي قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ أَمَّا أَنَا وَاللَّهِ فَإِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي بِهِمْ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَخْرِمُ عَنْهَا أُصَلِّي صَلَاةَ الْعِشَاءِ فَأَرْكُدُ فِي الْأُولَيَيْنِ وَأُخِفُّ فِي الْأُخْرَيَيْنِ قَالَ ذَاكَ الظَّنُّ بِكَ يَا أَبَا إِسْحَاقَ فَأَرْسَلَ مَعَهُ رَجُلًا أَوْ رِجَالًا إِلَى الْكُوفَةِ فَسَأَلَ عَنْهُ أَهْلَ الْكُوفَةِ وَلَمْ يَدَعْ مَسْجِدًا إِلَّا سَأَلَ عَنْهُ وَيُثْنُونَ مَعْرُوفًا حَتَّى دَخَلَ مَسْجِدًا لِبَنِي عَبْسٍ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ يُقَالُ لَهُ أُسَامَةُ بْنُ قَتَادَةَ يُكْنَى أَبَا سَعْدَةَ قَالَ أَمَّا إِذْ نَشَدْتَنَا فَإِنَّ سَعْدًا كَانَ لَا يَسِيرُ بِالسَّرِيَّةِ وَلَا يَقْسِمُ بِالسَّوِيَّةِ وَلَا يَعْدِلُ فِي الْقَضِيَّةِ قَالَ سَعْدٌ أَمَا وَاللَّهِ لَأَدْعُوَنَّ بِثَلَاثٍ اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ عَبْدُكَ هَذَا كَاذِبًا قَامَ رِيَاءً وَسُمْعَةً فَأَطِلْ عُمْرَهُ وَأَطِلْ فَقْرَهُ وَعَرِّضْهُ بِالْفِتَنِ وَكَانَ بَعْدُ إِذَا سُئِلَ يَقُولُ شَيْخٌ كَبِيرٌ مَفْتُونٌ أَصَابَتْنِي دَعْوَةُ سَعْدٍ قَالَ عَبْدُ الْمَلِكِ فَأَنَا رَأَيْتُهُ بَعْدُ قَدْ سَقَطَ حَاجِبَاهُ عَلَى عَيْنَيْهِ مِنْ الْكِبَرِ وَإِنَّهُ لَيَتَعَرَّضُ لِلْجَوَارِي فِي الطُّرُقِ يَغْمِزُهُنَّ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Musa, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Umair, dari Jabir bin Samurah, ia berkata: Penduduk Kufah mengadukan Sa'd kepada Umar radhiyallahu 'anhu, maka Umar memberhentikannya dan mengangkat Ammar sebagai pengganti atas mereka. Mereka mengadukan Sa'd sampai menyebutkan bahwa ia tidak baik dalam shalatnya. Maka Umar memanggilnya dan berkata: 'Wahai Abu Ishaq, orang-orang ini menyangka bahwa engkau tidak baik dalam shalatmu.' Abu Ishaq (Sa'd) menjawab: 'Adapun aku, demi Allah, sungguh aku mengimami mereka dengan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tidak aku kurangi sedikit pun darinya. Aku mengerjakan shalat Isya lalu aku panjangkan pada dua rakaat pertama dan aku ringankan pada dua rakaat terakhir.' Umar berkata: 'Memang itulah dugaanku terhadapmu, wahai Abu Ishaq.' Lalu Umar mengutus seorang laki-laki — atau beberapa orang — bersamanya ke Kufah untuk menanyakan tentang dirinya kepada penduduk Kufah. Ia tidak melewatkan satu masjid pun kecuali menanyakan tentang Sa'd, dan mereka memuji dengan pujian yang baik, sampai ia masuk ke sebuah masjid milik Bani Abs. Maka berdirilah seorang laki-laki di antara mereka bernama Usamah bin Qatadah yang berkunyah Abu Sa'dah, ia berkata: 'Adapun jika engkau meminta kami bersumpah, maka sesungguhnya Sa'd tidak ikut berjalan bersama pasukan, tidak membagi dengan adil, dan tidak berlaku adil dalam memutuskan perkara.' Sa'd berkata: 'Ketahuilah, demi Allah, sungguh aku akan berdoa dengan tiga perkara: Ya Allah, jika hamba-Mu ini berdusta, dan ia berdiri karena riya dan ingin didengar, maka panjangkanlah umurnya, panjangkanlah kefakirannya, dan hadapkanlah ia kepada berbagai fitnah.' Setelah itu, apabila orang tersebut ditanya ia menjawab: 'Aku seorang tua yang terkena fitnah; doa Sa'd telah menimpaku.' Abdul Malik berkata: Aku sendiri melihatnya kemudian, kedua alisnya telah jatuh menutupi matanya karena tua, dan ia masih saja mengganggu para budak perempuan di jalan-jalan.