Sunan ad-Darimi · 2377

No. 2531 versi Husain Salim Asad

Derajat
Memuat derajat…

Teks Arab

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ إِسْحَقَ عَنْ يَزِيدَ هُوَ ابْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي مَرْزُوقٍ مَوْلًى لِتُجِيبَ قَالَ حَدَّثَنِي حَنَشٌ الصَّنْعَانِيُّ قَالَ غَزَوْنَا الْمَغْرِبَ وَعَلَيْنَا رُوَيْفِعُ بْنُ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيُّ فَافْتَتَحْنَا قَرْيَةً يُقَالُ لَهَا جَرْبَةُ فَقَامَ فِينَا رُوَيْفِعُ بْنُ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيُّ خَطِيبًا فَقَالَ إِنِّي لَا أَقُومُ فِيكُمْ إِلَّا مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِينَا يَوْمَ خَيْبَرَ حِينَ افْتَتَحْنَاهَا مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَرْكَبَنَّ دَابَّةً مِنْ فَيْءِ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى إِذَا أَجْحَفَهَا أَوْ قَالَ أَعْجَفَهَا قَالَ أَبُو مُحَمَّد أَنَا أَشُكُّ فِيهِ رَدَّهَا وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَلْبَسْ ثَوْبًا مِنْ فَيْءِ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى إِذَا أَخْلَقَهُ رَدَّهُ فِيهِ.

Terjemah

Ahmad bin Khalid mengabarkan kepada kami, Muhammad — yaitu Ibnu Ishaq — menceritakan kepada kami, dari Yazid — yaitu Ibnu Abi Habib — dari Abu Marzuq maula Tujib, ia berkata: Hanasy ash-Shan'ani menceritakan kepadaku, ia berkata: Kami berperang ke Maghrib dan pemimpin kami adalah Ruwaifi' bin Tsabit al-Anshari. Maka kami menaklukkan sebuah kampung yang bernama Jarbah. Lalu Ruwaifi' bin Tsabit al-Anshari berdiri di antara kami berkhutbah dan berkata, "Sesungguhnya aku tidak berdiri di antara kalian kecuali (untuk menyampaikan) apa yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ. Beliau berdiri di antara kami pada hari Khaibar ketika kami menaklukkannya (dan bersabda), ‘Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan sekali-kali ia menunggangi hewan dari fai' kaum muslimin sampai ketika ia telah membuatnya kepayahan’ — atau beliau bersabda, ‘membuatnya kurus’; Abu Muhammad (ad-Darimi) berkata: aku ragu tentangnya — ‘lalu ia mengembalikannya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan ia memakai pakaian dari fai' kaum muslimin sampai ketika ia telah membuatnya usang, lalu ia mengembalikannya ke dalamnya (harta fai').’"