- Derajat
- Kitab
- Shalat (Para Musafir)كتاب صلاة المسافرين وقصرها
- Bab
- Bab 20: Shalat malam dua rakaat dua rakaat dan witir satu rakaat dari akhir malamباب صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى وَالْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Hisyam dan Abu Kamil, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Anas bin Sirin, ia berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Umar: Bagaimana pendapatmu tentang dua rakaat sebelum shalat Subuh, apakah aku memanjangkan bacaan di dalamnya? Ia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat malam dua rakaat-dua rakaat dan berwitir satu rakaat. Aku berkata: Bukan tentang itu aku bertanya kepadamu. Ia berkata: Sungguh engkau ini orang yang besar (tetapi tidak sabar)! Tidakkah engkau biarkan aku menuntaskan hadis untukmu? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat malam dua rakaat-dua rakaat dan berwitir satu rakaat, dan beliau shalat dua rakaat sebelum Subuh seolah-olah azan (iqamah) sudah terdengar di kedua telinganya. Khalaf berkata (dalam riwayatnya): "Bagaimana pendapatmu tentang dua rakaat sebelum Subuh" — tanpa menyebut kata "shalat". Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Anas bin Sirin, ia berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Umar — dengan hadis yang serupa — dan ia menambahkan: "dan berwitir satu rakaat di akhir malam", serta di dalamnya: maka ia berkata: Bah, bah! Sungguh engkau ini orang yang besar.