- Derajat
- Kitab
- Shalat (Para Musafir)كتاب صلاة المسافرين وقصرها
- Bab
- Bab 25: Anjuran menghidupkan malam Ramadhan, yaitu tarawihباب التَّرْغِيبِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ وَهُوَ التَّرَاوِيحُ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Hasyim bin Hayyan al-'Abdi, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman — yakni Ibnu Mahdi — telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salamah bin Kuhail, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Aku bermalam suatu malam di rumah bibiku Maimunah. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bangun malam, menunaikan hajatnya, lalu membasuh wajah dan kedua tangannya, kemudian tidur lagi. Kemudian beliau bangun dan mendatangi geriba air, melepas ikatannya, lalu berwudhu dengan wudhu yang sedang — tidak berlebihan namun sempurna. Kemudian beliau berdiri shalat. Aku pun bangun, lalu aku sengaja menggeliat agar beliau tidak menyangka bahwa aku memang mengintai beliau; lalu aku berwudhu. Beliau berdiri shalat, dan aku berdiri di sebelah kirinya, maka beliau memegang tanganku dan memindahkanku ke sebelah kanannya. Maka shalat malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lengkap menjadi tiga belas rakaat. Kemudian beliau berbaring dan tidur hingga mendengkur — dan beliau memang mendengkur bila tidur. Lalu Bilal datang memberitahu beliau tentang shalat, maka beliau bangun dan shalat tanpa berwudhu (lagi). Di antara doa beliau adalah: "Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada penglihatanku, cahaya pada pendengaranku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan besarkanlah cahaya bagiku." Kuraib berkata: Dan tujuh (kalimat lainnya) ada di dalam peti. Lalu aku bertemu sebagian keturunan al-'Abbas, ia menceritakannya kepadaku, dan ia menyebutkan: uratku, dagingku, darahku, rambutku, dan kulitku — dan ia menyebutkan dua perkara lain.