- Derajat
- Kitab
- Zakatكتاب الزكاة
- Bab
- Bab 20: Anjuran bersedekah walau dengan sebelah kurma atau kata yang baik, dan bahwa ia adalah penghalang dari nerakaباب الْحَثِّ عَلَى الصَّدَقَةِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ أَوْ كَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ وَأَنَّهَا حِجَابٌ مِنْ النَّارِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin al-Mutsanna al-'Anazi, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Aun bin Abu Juhaifah, dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia berkata: Kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada pagi hari. Lalu datanglah kepada beliau sekelompok orang yang tidak beralas kaki, hampir telanjang, hanya mengenakan kain bergaris atau jubah usang yang dilubangi, dengan pedang tergantung di leher mereka; kebanyakan mereka dari Mudhar, bahkan semuanya dari Mudhar. Maka berubahlah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena melihat kemiskinan yang menimpa mereka. Beliau masuk, lalu keluar, kemudian memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan azan dan ikamah, lalu beliau salat. Setelah itu beliau berkhutbah dan membaca: {Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa…} sampai akhir ayat: {sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian}, serta ayat dalam surah al-Hasyr: {Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah}. "Hendaklah seseorang bersedekah dengan dinarnya, dengan dirhamnya, dengan pakaiannya, dengan satu sha' gandumnya, dengan satu sha' kurmanya…" hingga beliau bersabda: "…walau dengan separuh butir kurma." Ia berkata: Maka datanglah seorang lelaki Ansar membawa sebuah pundi-pundi yang hampir tidak sanggup dibawa telapak tangannya, bahkan memang tidak sanggup. Kemudian orang-orang pun berturut-turut memberi, sampai aku melihat dua tumpukan makanan dan pakaian, dan aku melihat wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berseri-seri bagaikan emas berkilau. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa merintis dalam Islam suatu sunnah (jalan) yang baik, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa merintis dalam Islam suatu sunnah yang buruk, maka atasnya dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya sesudahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah. Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz al-'Anbari, telah menceritakan kepada kami ayahku; keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepadaku Aun bin Abu Juhaifah, ia berkata: Aku mendengar al-Mundzir bin Jarir dari ayahnya, ia berkata: Kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada pagi hari — semisal hadis Ibnu Ja'far. Dalam hadis Ibnu Mu'adz ada tambahan: "Kemudian beliau salat Zuhur, lalu berkhutbah." Telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Umar al-Qawariri, Abu Kamil, dan Muhammad bin Abdul Malik al-Umawi, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Abdul Malik bin Umair, dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia berkata: Aku sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu datang kepada beliau sekelompok orang yang mengenakan kain bergaris berlubang — dan mereka membawakan hadis itu dengan kisahnya. Di dalamnya disebutkan: Beliau salat Zuhur, kemudian naik ke sebuah mimbar kecil, memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu bersabda: "Amma ba'du, sesungguhnya Allah telah menurunkan dalam Kitab-Nya: {Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian}…" ayat tersebut. Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir dari al-A'masy, dari Musa bin Abdullah bin Yazid dan Abu adh-Dhuha, dari Abdurrahman bin Hilal al-'Absi, dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Beberapa orang Arab badui datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengenakan pakaian dari bulu domba, lalu beliau melihat buruknya keadaan mereka karena kemiskinan yang menimpa mereka — lalu ia menyebutkan hadis semakna dengan hadis mereka.