- Derajat
- Kitab
- Jihad dan Ekspedisi Perangكتاب الجهاد والسير
- Bab
- Bab 28: Tentang perang Hunainباب فِي غَزْوَةِ حُنَيْنٍ
Teks Arab
Terjemah
Dan telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir Ahmad bin Amr bin Sarh, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Katsir bin Abbas bin Abdul Muththalib, ia berkata: Abbas berkata: Aku menyaksikan (perang) Hunain bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka aku dan Abu Sufyan bin al-Harits bin Abdul Muththalib tetap menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak meninggalkan beliau, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di atas seekor bighal (peranakan kuda-keledai) putih miliknya yang dihadiahkan kepada beliau oleh Farwah bin Nufatsah al-Judzami. Maka ketika kaum muslimin dan orang-orang kafir bertemu, kaum muslimin berbalik mundur, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mulai memacu bighalnya ke arah orang-orang kafir. Abbas berkata: Sementara aku memegang tali kekang bighal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menahannya agar tidak berlari cepat, dan Abu Sufyan memegang pijakan kaki (pelana) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hai Abbas, serulah para sahabat pohon samurah (yakni yang berbaiat di bawah pohon)." Abbas berkata — dan ia adalah lelaki yang bersuara lantang —: Maka aku berseru dengan suaraku yang paling keras: "Di manakah para sahabat pohon samurah?" Ia berkata: Maka demi Allah, seolah-olah menolehnya mereka ketika mendengar suaraku adalah seperti menolehnya sapi kepada anak-anaknya. Maka mereka berkata: "Labbaik, labbaik!" Ia berkata: Lalu mereka pun berperang melawan orang-orang kafir, sementara seruan (bergema) di kalangan Anshar; mereka berkata: "Hai kaum Anshar! Hai kaum Anshar!" Ia berkata: Kemudian seruan itu dikhususkan kepada Bani al-Harits bin al-Khazraj; mereka berkata: "Hai Bani al-Harits bin al-Khazraj! Hai Bani al-Harits bin al-Khazraj!" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam — sedang beliau di atas bighalnya seperti orang yang menjulurkan pandangan dari atasnya — memandang ke arah peperangan mereka, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Inilah saat tungku peperangan memanas." Ia berkata: Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil beberapa butir kerikil lalu melemparkannya ke wajah-wajah orang kafir, kemudian bersabda: "Mereka kalah, demi Rabb Muhammad!" Ia berkata: Maka aku pergi memandang, dan ternyata peperangan masih seperti keadaannya menurut yang aku lihat. Ia berkata: Maka demi Allah, tidak lain kecuali setelah beliau melempar mereka dengan kerikilnya, aku senantiasa melihat kekuatan mereka menjadi tumpul dan urusan mereka mundur ke belakang. Dan telah menceritakannya kepada kami Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Rafi', dan Abd bin Humaid, semuanya dari Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari az-Zuhri dengan sanad ini semisalnya, hanya saja ia berkata: "Farwah bin Nu'amah al-Judzami", dan ia berkata: "Mereka kalah, demi Rabb Ka'bah! Mereka kalah, demi Rabb Ka'bah!" Dan ia menambahkan dalam hadis itu: "hingga Allah mengalahkan mereka." Ia berkata: Dan seakan-akan aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memacu bighalnya di belakang mereka. Dan telah menceritakannya kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri, ia berkata: telah mengabarkan kepadaku Katsir bin al-Abbas dari ayahnya, ia berkata: Aku bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Hunain — dan ia membawakan hadis itu, hanya saja hadis Yunus dan hadis Ma'mar lebih banyak dan lebih lengkap darinya.