- Derajat
- Kitab
- Kebajikan, Akhlak Mulia, dan Menyambung Tali Silaturahimكتاب البر والصلة والآداب
- Bab
- Bab 15: Haramnya kezalimanباب تَحْرِيمِ الظُّلْمِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman bin Bahram ad-Darimi, telah menceritakan kepada kami Marwan — yakni Ibnu Muhammad ad-Dimasyqi — telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abdul Aziz dari Rabi'ah bin Yazid, dari Abu Idris al-Khaulani, dari Abu Dzar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai apa yang beliau riwayatkan dari Allah tabaraka wa ta'ala, bahwa Dia berfirman: "Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian; maka janganlah kalian saling menzalimi. Hai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku memberi kalian petunjuk. Hai hamba-hamba-Ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang Aku beri makan; maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku memberi kalian makan. Hai hamba-hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian kecuali orang yang Aku beri pakaian; maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku memberi kalian pakaian. Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di waktu malam dan siang, sedangkan Aku mengampuni segala dosa; maka mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni kalian. Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan mampu mendatangkan bahaya kepada-Ku sehingga kalian membahayakan-Ku, dan tidak akan mampu mendatangkan manfaat kepada-Ku sehingga kalian memberi manfaat kepada-Ku. Hai hamba-hamba-Ku, sekiranya orang pertama dan terakhir di antara kalian, manusia dan jin kalian, semuanya berada pada tingkat hati yang paling bertakwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun pada kerajaan-Ku. Hai hamba-hamba-Ku, sekiranya orang pertama dan terakhir di antara kalian, manusia dan jin kalian, semuanya berada pada tingkat hati yang paling durhaka, hal itu tidak mengurangi sedikit pun dari kerajaan-Ku. Hai hamba-hamba-Ku, sekiranya orang pertama dan terakhir di antara kalian, manusia dan jin kalian, berdiri di satu tanah lapang lalu meminta kepada-Ku, kemudian Aku berikan kepada setiap orang apa yang ia minta, hal itu tidak mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali sebagaimana berkurangnya (air laut karena) sebuah jarum apabila dimasukkan ke dalam laut. Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya itu semua hanyalah amal-amal kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya kepada kalian. Maka barangsiapa mendapati kebaikan, hendaklah ia memuji Allah; dan barangsiapa mendapati selain itu, janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri." Sa'id berkata: Dahulu Abu Idris al-Khaulani, apabila menceritakan hadis ini, ia bersimpuh di atas kedua lututnya. Telah menceritakannya kepadaku Abu Bakar bin Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abu Mushir, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abdul Aziz dengan sanad ini — hanya saja riwayat Marwan lebih lengkap di antara keduanya. Abu Ishaq berkata: Telah menceritakan hadis ini kepada kami al-Hasan dan al-Husain, dua putra Bisyr, serta Muhammad bin Yahya; mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Mushir — lalu mereka menyebutkan hadis itu secara panjang. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin al-Mutsanna, keduanya dari Abdush-Shamad bin Abdul Warits, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Qilabah, dari Abu Asma', dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda mengenai apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya tabaraka wa ta'ala: "Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan atas hamba-hamba-Ku; maka janganlah kalian saling menzalimi" — dan ia membawakan hadis itu semisalnya. Dan hadis Abu Idris yang telah kami sebutkan lebih lengkap daripada ini.