- Derajat
- Kitab
- Kebajikan, Akhlak Mulia, dan Menyambung Tali Silaturahimكتاب البر والصلة والآداب
- Bab
- Bab 22: Bersikap lunak terhadap orang yang perlu dihindari kekejiannyaباب مُدَارَاةِ مَنْ يُتَّقَى فُحْشُهُ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, Abu Bakar bin Abu Syaibah, Amr an-Naqid, Zuhair bin Harb, dan Ibnu Numair, semuanya dari Ibnu Uyainah — dan lafaznya milik Zuhair — ia berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan, yaitu Ibnu Uyainah, dari Ibnu al-Munkadir, ia mendengar Urwah bin az-Zubair berkata: telah menceritakan kepadaku Aisyah, bahwa seorang lelaki meminta izin masuk kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda: "Izinkanlah ia masuk; sungguh ia adalah seburuk-buruk anak kerabat" — atau "seburuk-buruk lelaki dalam kerabatnya." Namun ketika ia masuk kepada beliau, beliau melembutkan tutur kata kepadanya. Aisyah berkata: Maka aku berkata: "Wahai Rasulullah, engkau mengatakan tentangnya apa yang engkau katakan, kemudian engkau melembutkan tutur kata kepadanya?" Beliau bersabda: "Hai Aisyah, sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan — atau dijauhi — oleh orang-orang karena menghindari kekejian ucapannya." Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' dan Abd bin Humaid, keduanya dari Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ibnu al-Munkadir dalam sanad ini semisal maknanya, hanya saja ia berkata: "Seburuk-buruk saudara suatu kaum dan anak kerabat."