Shahih Muslim · 47

No. 32 versi Fu'ad 'Abdul Baqi

Derajat
Kitab
Imanكتاب الإيمان
Bab
Bab 10: Orang yang bertemu Allah dengan iman tanpa ragu padanya, ia masuk surga dan diharamkan atas nerakaباب مَنْ لَقِيَ اللَّهَ بِالإِيمَانِ وَهُوَ غَيْرُ شَاكٍّ فِيهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَحَرُمَ عَلَى النَّارِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ قَالَ يَا مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ يَا مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ يَا مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُخْبِرُ بِهَا النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا قَالَ إِذًا يَتَّكِلُوا فَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur, telah mengabarkan kepada kami Mu'adz bin Hisyam, ia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku dari Qatadah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik, bahwa Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam — sementara Mu'adz bin Jabal menjadi penumpang di belakang beliau di atas pelana — bersabda: "Wahai Mu'adz." Ia menjawab: Aku sambut panggilanmu, wahai Rasulullah, dengan senang hati. Beliau bersabda: "Wahai Mu'adz." Ia menjawab: Aku sambut panggilanmu, wahai Rasulullah, dengan senang hati. Beliau bersabda: "Wahai Mu'adz." Ia menjawab: Aku sambut panggilanmu, wahai Rasulullah, dengan senang hati. Beliau bersabda: "Tidaklah seorang hamba bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, kecuali Allah mengharamkan neraka atasnya." Ia berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku mengabarkan hal ini kepada orang-orang agar mereka bergembira? Beliau bersabda: "Kalau begitu mereka akan bersandar (dan lalai beramal)." Maka Mu'adz mengabarkannya ketika ia menjelang wafat, karena khawatir berdosa (bila menyembunyikan ilmu).