Shahih Muslim · 4700

No. 2596 versi Fu'ad 'Abdul Baqi

Derajat
Kitab
Kebajikan, Akhlak Mulia, dan Menyambung Tali Silaturahimكتاب البر والصلة والآداب
Bab
Bab 26: Tercelanya orang bermuka dua dan haramnya perbuatan ituباب ذَمِّ ذِي الْوَجْهَيْنِ وَتَحْرِيمِ فِعْلِهِ ‏‏

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ بَيْنَمَا جَارِيَةٌ عَلَى نَاقَةٍ عَلَيْهَا بَعْضُ مَتَاعِ الْقَوْمِ إِذْ بَصُرَتْ بِالنَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَضَايَقَ بِهِمْ الْجَبَلُ فَقَالَتْ حَلْ اللَّهُمَّ الْعَنْهَا قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَاحِبْنَا نَاقَةٌ عَلَيْهَا لَعْنَةٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ ح و حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ جَمِيعًا عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ فِي حَدِيثِ الْمُعْتَمِرِ لَا أَيْمُ اللَّهِ لَا تُصَاحِبْنَا رَاحِلَةٌ عَلَيْهَا لَعْنَةٌ مِنْ اللَّهِ أَوْ كَمَا قَالَ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil al-Jahdari Fudhail bin Husain, telah menceritakan kepada kami Yazid — yakni Ibnu Zurai' — telah menceritakan kepada kami at-Taimi dari Abu Utsman, dari Abu Barzah al-Aslami, ia berkata: Ketika seorang wanita hamba sahaya berada di atas seekor unta yang di atasnya terdapat sebagian barang milik kaum itu, tiba-tiba ia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara jalan di gunung itu terasa sempit bagi mereka. Maka ia berkata (kepada untanya): "Ayo jalan! Ya Allah, laknatilah unta ini." Ia berkata: Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah menyertai kami seekor unta yang atasnya ada laknat." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami al-Mu'tamir. Dan telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Yahya — yakni Ibnu Sa'id — semuanya dari Sulaiman at-Taimi dengan sanad ini. Dan dalam hadis al-Mu'tamir ditambahkan: "Tidak, demi Allah, janganlah menyertai kami seekor tunggangan yang atasnya ada laknat dari Allah" — atau sebagaimana yang beliau sabdakan.