Shahih Muslim · 4773

No. 2638 versi Fu'ad 'Abdul Baqi

Derajat
Kitab
Kebajikan, Akhlak Mulia, dan Menyambung Tali Silaturahimكتاب البر والصلة والآداب
Bab
Bab 47: Keutamaan orang yang anaknya meninggal lalu ia berihtisabباب فَضْلِ مَنْ يَمُوتُ لَهُ وَلَدٌ فَيَحْتَسِبُهُ ‏ ‏

Teks Arab

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz — yakni Ibnu Muhammad — dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ruh-ruh itu adalah pasukan-pasukan yang dikerahkan (berkelompok-kelompok). Maka yang saling mengenal di antaranya akan bersatu, dan yang saling tidak mengenal di antaranya akan berselisih."