- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Zakatكِتَابُ الزَّكَاةِ
- Bab
- —
Teks Arab
Terjemah
Telah mengabarkan kepada kami Abu Al-'Abbas Al-Qasim bin Al-Qasim As-Sayyari, telah memberitakan kepada kami Abdullah bin Ali Al-Ghazzal, telah menceritakan kepada kami Ali bin Al-Hasan bin Syaqiq, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al-Mubarak, telah memberitakan kepada kami Haiwah bin Syuraih, telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Abi Al-Walid Abu 'Utsman, bahwa 'Uqbah bin Muslim menceritakan kepadanya bahwa Syufayy menceritakan kepadanya bahwa ia memasuki Madinah, tiba-tiba ia melihat seorang laki-laki yang dikerumuni orang-orang. Ia bertanya, "Siapa ini?" Mereka menjawab, "Abu Hurairah." Ia berkata: Aku pun mendekatinya hingga duduk di hadapannya, sementara ia sedang menyampaikan hadis kepada orang-orang. Ketika ia diam dan (majelis) telah sepi, aku berkata, "Aku memohon kepadamu dengan nama Allah, dengan sungguh-sungguh, agar engkau menceritakan kepadaku sebuah hadis yang engkau dengar dari Rasulullah ﷺ dan engkau pahami." Abu Hurairah berkata, "Akan aku lakukan. Sungguh aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadis yang diceritakan Rasulullah ﷺ kepadaku, yang aku pahami dan aku ketahui." Kemudian Abu Hurairah terisak dengan isakan yang hebat (hingga hampir pingsan), lalu ia diam sejenak, kemudian sadar dan berkata, "Sungguh aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadis yang diceritakan Rasulullah ﷺ kepadaku ketika aku dan beliau berada di rumah ini, tidak ada seorang pun bersama kami selain aku dan beliau." Kemudian Abu Hurairah terisak lagi dengan isakan yang lain, ia tetap dalam keadaan itu, kemudian sadar, mengusap wajahnya, dan berkata, "Akan aku lakukan. Sungguh aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadis yang diceritakan Rasulullah ﷺ kepadaku ketika aku dan beliau berada di rumah ini, tidak ada seorang pun bersama kami selain aku dan beliau." Kemudian Abu Hurairah terisak lagi dengan isakan yang lain, lalu ia condong jatuh tersungkur di atas wajahnya, dan aku menyandarkannya cukup lama. Kemudian ia sadar dan berkata, "Rasulullah ﷺ menceritakan kepadaku bahwa Allah 'Azza wa Jalla, pada hari Kiamat, turun kepada para hamba untuk memutuskan (perkara) di antara mereka, sementara setiap umat berlutut. Orang pertama yang dipanggil adalah seorang laki-laki yang menghafal Al-Qur'an, seorang laki-laki yang terbunuh di jalan Allah, dan seorang laki-laki yang banyak hartanya. Allah berfirman kepada sang qari', 'Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku?' Ia menjawab, 'Benar, wahai Rabb-ku.' Allah berfirman, 'Lalu apa yang engkau amalkan dari apa yang engkau ketahui?' Ia menjawab, 'Aku mendirikan (salat) dengannya pada waktu-waktu malam dan siang.' Allah berfirman kepadanya, 'Engkau dusta,' dan para malaikat pun berkata kepadanya, 'Engkau dusta.' Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Engkau ingin agar dikatakan: Si fulan adalah seorang qari', dan hal itu telah dikatakan.' Lalu didatangkan pemilik harta, Allah berfirman, 'Bukankah Aku telah melapangkan (rezeki)mu hingga Aku tidak membiarkanmu membutuhkan seorang pun?' Ia menjawab, 'Benar.' Allah berfirman, 'Lalu apa yang engkau lakukan dengan apa yang Aku berikan kepadamu?' Ia menjawab, 'Aku menyambung silaturahmi dan bersedekah.' Allah berfirman, 'Engkau dusta,' dan para malaikat berkata, 'Engkau dusta.' Allah berfirman, 'Bahkan engkau ingin agar dikatakan: Si fulan adalah seorang dermawan, dan hal itu telah dikatakan.' Lalu didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah, dikatakan kepadanya, 'Karena apa engkau terbunuh?' Ia menjawab, 'Aku diperintahkan berjihad di jalan-Mu, maka aku berperang hingga terbunuh.' Allah berfirman, 'Engkau dusta,' dan para malaikat berkata kepadanya, 'Engkau dusta.' Allah berfirman, 'Bahkan engkau ingin agar dikatakan: Si fulan adalah seorang pemberani, dan hal itu telah dikatakan.'" Kemudian Rasulullah ﷺ menepuk lututku seraya bersabda, "Wahai Abu Hurairah, ketiga orang itulah makhluk Allah pertama yang dengannya api neraka dinyalakan pada hari Kiamat." Hadis ini sahih sanadnya dan keduanya tidak meriwayatkannya dengan (redaksi) seperti ini. Al-Walid bin Abi Al-Walid Al-'Udzri adalah seorang syaikh dari penduduk Syam yang tidak dijadikan hujah oleh Asy-Syaikhain, namun keduanya telah sepakat (meriwayatkan) syahid-syahid hadis ini dengan redaksi yang berbeda.