Al-Mustadrak 'ala ash-Shahihain · 2089

No. 2089 pada cetakan 'Atha

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Keutamaan Al-Qur'anكِتَابُ فَضَائِلِ الْقُرْآنِ
Bab
Penyebutan keutamaan-keutamaan beberapa surah dan ayat yang terpisah-pisahذِكْرُ فَضَائِلِ سُوَرٍ، وآيٍ مُتَفَرِّقَةٍ

Teks Arab

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَ أَبُو الْمُثَنَّى ثنا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ ثنا صَالِحٌ الْمُرِّيُّ وَأَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ قُرَيْشٍ أَنْبَأَ الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ ثنا أَبُو كُرَيْبٍ ثنا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ ثنا صَالِحٌ الْمُرِّيٌّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى الْعَامِرِيِّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قَالَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِهِ حَتَّى يَبْلُغَ آخِرَهُ وَمِنْ آخِرِهِ حَتَّى يَبْلُغَ أَوَّلَهُ كُلَّمَا حَلَّ ارْتَحَلَ تَفَرَّدَ بِهِ صَالِحٌ الْمُرِّيُّ وَهُوَ مِنْ زُهَّادِ أَهْلِ الْبَصْرَةِ إِلَّا أَنَّ الشَّيْخَيْنِ لَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَهُ شَاهِدٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ.

Terjemah

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Ishaq, telah memberitakan kepada kami Abu Al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Marzuq, telah menceritakan kepada kami Shalih Al-Murri; dan telah mengabarkan kepadaku Abu Bakr bin Quraisy, telah memberitakan kepada kami Al-Hasan bin Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al-Hubab, telah menceritakan kepada kami Shalih Al-Murri, dari Qatadah, dari Zurarah bin Aufa Al-'Amiri, dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama?" Beliau bersabda, "Al-Hall Al-Murtahil." Ia bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Al-Hall Al-Murtahil itu?" Beliau bersabda, "Pemilik Al-Qur'an yang menempuh dari awalnya hingga sampai di akhirnya, dan dari akhirnya hingga sampai di awalnya; setiap kali ia singgah (khatam), ia berangkat lagi." Shalih Al-Murri bersendirian meriwayatkannya, dan ia termasuk orang-orang zuhud penduduk Bashrah, hanya saja Asy-Syaikhain tidak meriwayatkan (hadisnya). Dan ia memiliki syahid dari hadis Abu Hurairah.