Al-Mustadrak 'ala ash-Shahihain · 4120

No. 4120 pada cetakan 'Atha

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Sejarah Para Nabi dan Rasul Terdahuluكِتَابُ تَوَارِيخِ الْمُتَقَدِّمِينَ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ
Bab
Penyebutan Nabi Allah Yunus bin Matta 'alaihishshalatu wassalam, dialah yang Allah namai Dzun Nunذِكْرُ نَبِيِّ اللَّهِ يُونُسَ بْنِ مَتَّى عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ وَهُوَ الَّذِي سَمَّاهُ اللَّهُ ذَا النُّونِ

Teks Arab

أَخْبَرَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْأَحْمَسِيُّ ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ حُمَيْدٍ ثنا مَرْوَانُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنِي مُدْرِكُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ ذَكْوَانَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ عَنْ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وَكَانَ يُونُسُ بْنُ مَتَّى الَّذِي سَمَّاهُ اللَّهُ ذَا النُّونِ فَقَالَ {وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ} فَاسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ فَنَجَّاهُ مِنَ الْغَمِّ مِنْ ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ظُلْمَةِ اللَّيْلِ وَظُلْمَةِ الْبَحْرِ وَظُلْمَةِ بَطْنِ الْحُوتِ وَبَاتَ عَلَى قَوْمِهِ وَأَرْسَلَهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ فَآمَنُوا فَمَتَّعَهُمُ اللَّهُ إِلَى آجَالِهِمُ الَّتِي كَتَبَهَا لَهُمْ وَلَمْ يُهْلِكْهُمْ بِالْعَذَابِ.

Terjemah

Telah mengabarkan kepadaku Abu Sa'id Al-Ahmasi, telah menceritakan kepada kami Al-Husain bin Humaid, telah menceritakan kepada kami Marwan bin Ja'far, telah menceritakan kepadaku Humaid bin Mu'adz, telah menceritakan kepadaku Mudrik bin Abdurrahman, dari Al-Hasan bin Dzakwan, dari Al-Hasan, dari Samurah, dari Ka'b radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Yunus bin Matta adalah orang yang dinamai Allah Dzun Nun (pemilik ikan). Dia berfirman {وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ} 'Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka ia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap: Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.' Maka Allah mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan, dari tiga kegelapan: kegelapan malam, kegelapan laut, dan kegelapan perut ikan. Ia (kembali) kepada kaumnya, dan Allah mengutusnya kepada seratus ribu orang atau lebih. Mereka pun beriman, maka Allah memberi mereka kesenangan hidup hingga ajal yang telah Dia tetapkan bagi mereka dan tidak membinasakan mereka dengan azab."