- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Dan di antara keutamaan-keutamaan Amirul Mukminin 'Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhuوَمِنْ مَنَاقِبِ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Darim Al-Hafizh di Kufah, telah menceritakan kepada kami 'Ubaid bin Hatim Al-Hafizh, telah menceritakan kepada kami Dawud bin Rusyaid, telah menceritakan kepada kami Al-Haitsam bin 'Adi, telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abi Ishaq, dari Asy-Sya'bi, bahwa 'Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu menulis surat kepada Sa'd bin Abi Waqqash, "Jadikanlah untuk kaum muslimin sebuah negeri hijrah dan tempat tinggal (pangkalan) jihad." Maka Sa'd mengutus seorang laki-laki dari kaum Anshar yang bernama Al-Harits bin Salamah, lalu ia mencarikan untuk mereka tempat (yang kini menjadi) Kufah. Sa'd pun singgah di sana bersama orang-orang, lalu ia menandai (lokasi) masjid kami dan menandai pula kavling-kavling (permukiman) di sana. Asy-Sya'bi berkata, "Dahulu di (wilayah) Kufah tumbuh tanaman khuzama, syih, uqhuwan, dan syaqa'iq an-nu'man (bunga anemon), sehingga orang-orang Arab pada masa jahiliah menamainya Khaddul 'Adzra' (pipi gadis perawan). Mereka pun memilihnya, lalu menulis surat kepada 'Umar bin Al-Khaththab, maka ia membalas: Tinggalkanlah (tempat yang lama). Maka orang-orang pun berpindah ke Kufah."