- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Penyebutan keutamaan-keutamaan Zaid bin Al-Khaththab bin Nufailذِكْرُ مَنَاقِبِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ بْنِ نُفَيْلٍ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan hal itu kepada kami Abu Abdillah bin Baththah, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Al-Jahm, telah memberitakan kepada kami Al-Husain bin Al-Faraj, dari Muhammad bin 'Umar, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Al-Jahhaf, dari 'Umar bin Abdurrahman dari keturunan Zaid bin Al-Khaththab, dari ayahnya, ia berkata: Zaid bin Al-Khaththab membawa panji kaum muslimin pada hari (Perang) Yamamah, ketika kaum muslimin telah tercerai-berai hingga (Bani) Hanifah unggul atas pasukan. Maka Zaid bin Al-Khaththab mulai berkata, "Adapun para lelaki, maka tidak ada lagi lelaki (pemberani); adapun para lelaki, maka tidak ada lagi lelaki." Kemudian ia berseru dengan suara paling keras, "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf kepada-Mu atas larinya sahabat-sahabatku, dan aku berlepas diri kepada-Mu dari apa yang dibawa oleh Musailamah dan Muhkam bin Ath-Thufail." Ia mulai mengencangkan (pegangan) panji dan maju dengannya ke tengah musuh, kemudian bertarung dengan pedangnya hingga terbunuh, semoga rahmat Allah atasnya. Panji itu pun jatuh, lalu diambil oleh Salim maula Abu Hudzaifah. Kaum muslimin berkata, "Wahai Salim, sesungguhnya kami khawatir (musuh) akan mendatangi kami dari arahmu." Ia menjawab, "Seburuk-buruk penghafal Al-Qur'an adalah aku jika kalian didatangi (musuh) dari arahku." Zaid bin Al-Khaththab terbunuh pada tahun dua belas Hijriah.