- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Penyebutan keutamaan-keutamaan Dhirar bin Al-Azwar Al-Asadi, sang penyair, radhiyallahu 'anhuذِكْرُ مَنَاقِبِ ضِرَارِ بْنِ الْأَزْوَرِ الْأَسَدِيِّ الشَّاعِرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Teks Arab
Terjemah
...telah diceritakan kepada kami oleh Abu Al-'Abbas Muhammad bin Ya'qub, telah menceritakan kepada kami Abu 'Umar Ahmad bin Abdul Jabbar, telah menceritakan kepada kami Yunus bin Bukair, dari Muhammad bin Ishaq, dari Dawud bin Al-Hushain, dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas, bahwa ketika Dhirar bin Al-Azwar radhiyallahu 'anhu masuk Islam, ia datang kepada Nabi ﷺ lalu melantunkan syair: "Aku tinggalkan anak panah undian, petikan (musik) para biduanita, dan khamar, demi (menggantinya dengan) salat dan doa yang khusyuk. (Aku tinggalkan pula) seranganku dengan (kuda) yang terbaik dalam kancah pertempuran dan kesungguhanku memerangi kaum muslimin. Jamilah (istriku) berkata: Engkau telah mencerai-beraikan kami dan menelantarkan keluargamu tercerai-berai ke segala arah. Maka wahai Rabbku, janganlah transaksiku dirugikan, karena sungguh aku telah menjual keluarga dan hartaku sebagai gantinya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Transaksimu tidak rugi, wahai Dhirar."