- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Penyebutan Bilal bin Rabah, muadzin Rasulullah ﷺ; Abu Bakar dan 'Umar radhiyallahu 'anhuma pernah meriwayatkan darinyaذِكْرُ بِلَالِ بْنِ رَبَاحٍ مُؤَذِّنِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَقَدْ رَوَى عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
Teks Arab
Terjemah
Telah mengabarkan kepada kami Abu Al-'Abbas bin Al-Qasim bin Al-Qasim (demikian dalam naskah), telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa Al-Basyani, telah menceritakan kepada kami Ali bin Al-Hasan bin Syaqiq, telah memberitakan kepada kami Al-Husain bin Waqid, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Pada suatu pagi Rasulullah ﷺ memanggil Bilal lalu bersabda, "Wahai Bilal, dengan apa engkau mendahuluiku ke surga tadi malam? Aku mendengar suara (langkah) sandalmu di depanku. Lalu aku sampai di sebuah istana dari emas yang persegi lagi tinggi. Aku bertanya: Milik siapakah istana ini? Mereka menjawab: Milik seorang laki-laki dari Quraisy. Aku berkata: Aku adalah orang Quraisy, milik siapakah istana ini? Mereka menjawab: Milik 'Umar bin Al-Khaththab." Maka Bilal berkata, "Wahai Rasulullah, tidaklah aku mengumandangkan azan sama sekali melainkan aku salat dua rakaat, dan tidaklah aku berhadas melainkan aku berwudu ketika itu." Rasulullah ﷺ bersabda, "Karena inilah." (Hadis ini) sahih menurut syarat Asy-Syaikhain, namun keduanya tidak meriwayatkannya.