- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Penyebutan keutamaan-keutamaan hawari (pembela setia) Rasulullah ﷺ dan putra bibinya, Az-Zubair bin Al-'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Uzza bin Qushayذِكْرُ مَنَاقِبِ حَوَارِيِّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَابْنِ عَمَّتِهِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ بْنِ خُوَيْلِدِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قُصَيٍّ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hamsyadz, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ibrahim bin Milhan. (Dan jalur lain) telah menceritakan kepada kami Abu Zakariya Al-'Anbari, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ibrahim Al-'Abdi; keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Bukair, telah menceritakan kepada kami Al-Laits bin Sa'd, dari Abu Al-Aswad, dari 'Urwah bin Az-Zubair, ia berkata: Az-Zubair bin Al-'Awwam masuk Islam ketika berusia delapan tahun, dan berhijrah ketika berusia delapan belas tahun. Paman Az-Zubair biasa menggantung Az-Zubair di dalam tikar dan mengasapinya dengan api seraya berkata, "Kembalilah kepada kekafiran." Maka Az-Zubair menjawab, "Aku tidak akan kafir selama-lamanya."