- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Penyebutan Shafwan bin Al-Mu'aththal As-Sulami radhiyallahu 'anhuذِكْرُ صَفْوَانَ بْنِ الْمُعَطَّلِ السُّلَمِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Asy-Syaikh Abu Bakr bin Ishaq, telah memberitakan kepada kami Yusuf bin Ya'qub Al-Qadhi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Bakr Al-Muqaddami, telah menceritakan kepada kami Humaid bin Al-Aswad, telah menceritakan kepada kami Adh-Dhahhak bin 'Utsman, dari Sa'id Al-Maqburi, dari Shafwan bin Al-Mu'aththal As-Sulami, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku hendak bertanya kepadamu tentang suatu perkara yang engkau mengetahuinya sedangkan aku tidak mengetahuinya." Beliau bertanya, "Apa itu?" Ia berkata, "Apakah di antara waktu-waktu malam dan siang ada waktu yang dimakruhkan shalat di dalamnya?" Beliau bersabda, "Apabila engkau telah shalat Subuh, tinggalkanlah shalat hingga matahari terbit, karena sesungguhnya ia terbit di antara dua tanduk syaitan. Kemudian shalatlah, karena shalat itu diterima hingga matahari tepat di atas kepalamu seperti tombak. Apabila ia telah berada di atas kepalamu seperti tombak, tinggalkanlah shalat, karena itu adalah waktu ketika Jahanam dinyalakan dan pintu-pintunya dibuka, hingga matahari tergelincir. Apabila ia telah tergelincir, maka shalat itu disaksikan (malaikat) dan diterima hingga engkau shalat Ashar. Kemudian tinggalkanlah shalat hingga matahari terbenam." (Hadis ini) sahih sanadnya dan keduanya tidak mengeluarkannya.