- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Mengenal Para Sahabatكِتَابُ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
- Bab
- Penyebutan para budak wanita (sariyah) Rasulullah ﷺ; yang pertama di antara mereka adalah Mariyah Al-Qibthiyyah, ibu Ibrahimذِكْرُ سَرَارِي رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَأَوَّلُهُنَّ مَارِيَةُ الْقِبْطِيَّةُ أُمُّ إِبْرَاهِيمَ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepadaku Ali bin Hamsyadz Al-'Adl, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ali Al-Abbar, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Hammad Sajjadah, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id Al-Umawi, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'adz Sulaiman bin Al-Arqam Al-Anshari, dari Az-Zuhri, dari 'Urwah, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Mariyah dihadiahkan kepada Rasulullah ﷺ bersama seorang sepupunya. Ia berkata: Beliau menggaulinya sekali, lalu ia pun hamil. Ia berkata: Lalu beliau menempatkannya (terpisah) di sisi sepupunya. Ia berkata: Maka orang-orang yang suka berdusta dan memfitnah berkata, "Karena kebutuhannya kepada anak, ia mengakui anak orang lain (sebagai anaknya)." Ibunya (Ibrahim) sedikit air susunya, lalu ia membelikan untuknya seekor domba betina yang menyusui, dan ia diberi minum susunya sehingga tubuhnya menjadi bagus (gemuk). 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Suatu hari ia dibawa masuk kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bertanya, "Bagaimana pendapatmu?" Aku menjawab, "Siapa saja yang diberi makan daging domba, tubuhnya akan bagus." Beliau bertanya, "Bagaimana dengan kemiripannya?" Ia berkata: Lalu aku terdorong oleh rasa cemburu yang biasa menghinggapi kaum wanita untuk berkata, "Aku tidak melihat ada kemiripan." Ia berkata: Lalu sampailah kepada Rasulullah ﷺ apa yang dikatakan orang-orang, maka beliau bersabda kepada Ali, "Ambillah pedang ini, pergilah, dan penggallah leher sepupu Mariyah di mana pun engkau menemukannya." Ia berkata: Ali pun pergi, ternyata orang itu sedang berada di sebuah kebun di atas pohon kurma memetik kurma basah. Ketika ia melihat Ali membawa pedang, ia gemetar ketakutan, lalu kainnya terjatuh. Ternyata Allah 'Azza wa Jalla tidak menciptakan baginya apa yang dimiliki kaum laki-laki sedikit pun; ia rata (tidak memiliki kemaluan).