Muwaththa' Malik · 116

No. 186 versi al-A'zhami

Derajat
Memuat derajat…
Nomor
Fu'ad 'Abdul Baqi: kitab 2, no. 95ⓘكتاب الطهارة

Teks Arab

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا هَلْ يُبَاشِرُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَقَالَتْ لِتَشُدَّ إِزَارَهَا عَلَى أَسْفَلِهَا ثُمَّ يُبَاشِرُهَا إِنْ شَاءَ.

Terjemah

Ia menceritakan kepadaku, dari Malik, dari Nafi', bahwa Ubaidillah bin Abdullah bin Umar mengirim (pesan) kepada Aisyah untuk bertanya kepadanya: apakah seorang lelaki boleh bercumbu dengan istrinya sedang ia haid? Aisyah menjawab: "Hendaklah ia mengencangkan kainnya pada bagian bawah tubuhnya, kemudian ia boleh bercumbu dengannya jika ia mau."