Muwaththa' Malik · 248

No. 400 versi al-A'zhami

Derajat
Memuat derajat…
Nomor
Fu'ad 'Abdul Baqi: kitab 7, no. 14ⓘكتاب صلاة الليل

Teks Arab

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي كِنَانَةَ يُدْعَى الْمُخْدَجِيَّ سَمِعَ رَجُلًا بِالشَّامِ يُكَنَّى أَبَا مُحَمَّدٍ يَقُولُ إِنَّ الْوِتْرَ وَاجِبٌ فَقَالَ الْمُخْدَجِيُّ فَرُحْتُ إِلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ فَاعْتَرَضْتُ لَهُ وَهُوَ رَائِحٌ إِلَى الْمَسْجِدِ فَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ فَقَالَ عُبَادَةُ كَذَبَ أَبُو مُحَمَّدٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى الْعِبَادِ فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ.

Terjemah

Ia menceritakan kepadaku, dari Malik, dari Yahya bin Sa'id, dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Ibnu Muhairiz, bahwa seorang laki-laki dari Bani Kinanah yang dipanggil al-Mukhdaji mendengar seorang laki-laki di Syam yang berkunyah Abu Muhammad berkata: "Sesungguhnya witir itu wajib." Al-Mukhdaji berkata: Maka aku pergi kepada Ubadah bin ash-Shamit dan menemuinya ketika ia berjalan menuju masjid, lalu aku mengabarkan kepadanya apa yang dikatakan Abu Muhammad. Maka Ubadah berkata: "Abu Muhammad keliru. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Lima shalat yang Allah 'Azza wa Jalla wajibkan atas para hamba. Barangsiapa menunaikannya tanpa menyia-siakan sesuatu pun darinya karena meremehkan haknya, ia memiliki janji dari Allah untuk dimasukkan ke dalam surga. Dan barangsiapa tidak menunaikannya, maka ia tidak memiliki janji dari Allah: jika Dia berkehendak Dia mengazabnya, dan jika Dia berkehendak Dia memasukkannya ke dalam surga.'"