Muwaththa' Malik · 597

No. 1079 versi al-A'zhami

Derajat
Memuat derajat…
Nomor
Fu'ad 'Abdul Baqi: kitab 18, no. 49ⓘكتاب الصيام

Teks Arab

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ حُمَيْدِ بْنِ قَيْسٍ الْمَكِّيِّ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ مُجَاهِدٍ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَجَاءَهُ إِنْسَانٌ فَسَأَلَهُ عَنْ صِيَامِ أَيَّامِ الْكَفَّارَةِ أَمُتَتَابِعَاتٍ أَمْ يَقْطَعُهَا قَالَ حُمَيْدٌ فَقُلْتُ لَهُ نَعَمْ يَقْطَعُهَا إِنْ شَاءَ قَالَ مُجَاهِدٌ لَا يَقْطَعُهَا فَإِنَّهَا فِي قِرَاءَةِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مُتَتَابِعَاتٍ.

Terjemah

Ia menceritakan kepadaku, dari Malik, dari Humaid bin Qais al-Makki, bahwa ia mengabarkan kepadanya, katanya: Aku bersama Mujahid ketika ia bertawaf di Ka'bah, lalu seseorang datang kepadanya dan bertanya tentang puasa hari-hari kafarat: apakah harus berturut-turut atau boleh dipisah? Humaid berkata: Maka aku berkata kepadanya: "Ya, boleh dipisah jika ia mau." Mujahid berkata: "Tidak boleh dipisah, karena dalam bacaan Ubay bin Ka'b (disebutkan) 'tiga hari berturut-turut'."