Muwaththa' Malik · 758

No. 1415–1416 versi al-A'zhami

Derajat
Memuat derajat…
Nomor
Fu'ad 'Abdul Baqi: kitab 20, no. 149ⓘكتاب الحج

Teks Arab

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ قَالَ مَنْ سَاقَ بَدَنَةً تَطَوُّعًا فَعَطِبَتْ فَنَحَرَهَا ثُمَّ خَلَّى بَيْنَهَا وَبَيْنَ النَّاسِ يَأْكُلُونَهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ شَيْءٌ وَإِنْ أَكَلَ مِنْهَا أَوْ أَمَرَ مَنْ يَأْكُلُ مِنْهَا غَرِمَهَا و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ مِثْلَ ذَلِكَ.

Terjemah

Ia menceritakan kepadaku, dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin al-Musayyab, bahwa ia berkata: Barangsiapa menuntun unta hadyu secara sukarela (tathawwu') lalu hewan itu kepayahan, kemudian ia menyembelihnya dan membiarkannya untuk orang-orang yang memakannya, maka tidak ada kewajiban apa pun atasnya. Tetapi jika ia memakan darinya atau memerintahkan orang untuk memakan darinya, maka ia harus menggantinya. Dan ia menceritakan kepadaku, dari Malik, dari Tsaur bin Zaid ad-Dili, dari Abdullah bin Abbas, seperti itu juga.