Muwaththa' Malik · 963

No. 1899 versi al-A'zhami

Derajat
Memuat derajat…
Nomor
Fu'ad 'Abdul Baqi: kitab 27, no. 15ⓘكتاب الفرائض

Teks Arab

حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ عُلَمَائِهِمْ أَنَّهُ لَمْ يَتَوَارَثْ مَنْ قُتِلَ يَوْمَ الْجَمَلِ وَيَوْمَ صِفِّينَ وَيَوْمَ الْحَرَّةِ ثُمَّ كَانَ يَوْمَ قُدَيْدٍ فَلَمْ يُوَرَّثْ أَحَدٌ مِنْ صَاحِبِهِ شَيْئًا إِلَّا مَنْ عُلِمَ أَنَّهُ قُتِلَ قَبْلَ صَاحِبِهِ.

Terjemah

Yahya menceritakan kepadaku, dari Malik, dari Rabi'ah bin Abi Abdurrahman, dari beberapa orang ulama mereka, bahwa orang-orang yang terbunuh pada hari (perang) Jamal, hari Shiffin, dan hari al-Harrah tidak saling mewarisi. Kemudian terjadi hari Qudaid, maka tidak seorang pun diwariskan dari kawannya sesuatu pun, kecuali orang yang diketahui bahwa ia terbunuh sebelum kawannya.