Jami' at-Tirmidzi · 1184

No. 1263 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Perniagaanكتاب البيوع عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 37: Riwayat tentang larangan bagi seorang muslim menyerahkan khamar kepada seorang dzimmi untuk dijualkan baginyaباب مَا جَاءَ فِي النَّهْىِ لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَدْفَعَ إِلَى الذِّمِّيِّ الْخَمْرَ يَبِيعُهَا لَهُ

Teks Arab

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ كَانَ عِنْدَنَا خَمْرٌ لِيَتِيمٍ فَلَمَّا نَزَلَتْ الْمَائِدَةُ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُ وَقُلْتُ إِنَّهُ لِيَتِيمٍ فَقَالَ أَهْرِيقُوهُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوُ هَذَا و قَالَ بِهَذَا بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ وَكَرِهُوا أَنْ تُتَّخَذَ الْخَمْرُ خَلَّا وَإِنَّمَا كُرِهَ مِنْ ذَلِكَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ أَنْ يَكُونَ الْمُسْلِمُ فِي بَيْتِهِ خَمْرٌ حَتَّى يَصِيرَ خَلَّا وَرَخَّصَ بَعْضُهُمْ فِي خَلِّ الْخَمْرِ إِذَا وُجِدَ قَدْ صَارَ خَلًّا أَبُو الْوَدَّاكِ اسْمُهُ جَبْرُ بْنُ نَوْفٍ.

Terjemah

Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami dari Mujalid, dari Abu al-Waddak, dari Abu Sa'id, ia berkata: Dahulu di tempat kami ada khamar milik seorang anak yatim. Maka ketika surah al-Ma'idah turun, aku menanyakannya kepada Rasulullah ﷺ dan aku berkata: "Sesungguhnya itu milik anak yatim." Beliau bersabda: "Tumpahkanlah." Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Anas bin Malik. Abu Isa berkata: Hadis Abu Sa'id adalah hadis hasan sahih, dan telah diriwayatkan dari berbagai jalur dari Nabi ﷺ semisal ini. Sebagian ahli ilmu berpendapat dengan ini, dan mereka memakruhkan khamar dijadikan cuka. Yang dimakruhkan dari hal itu — dan Allah lebih mengetahui — adalah adanya khamar di rumah seorang muslim sampai ia menjadi cuka. Sebagian mereka memberi kelonggaran pada cuka dari khamar apabila ia telah didapati sudah menjadi cuka. Nama Abu al-Waddak adalah Jabr bin Nauf.