Jami' at-Tirmidzi · 1299

No. 1378 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Putusan Hukum dari Rasulullah saw.كتاب الأحكام عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 38: Apa yang disebutkan tentang menghidupkan tanah matiباب مَا ذُكِرَ فِي إِحْيَاءِ أَرْضِ الْمَوَاتِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيِّتَةً فَهِيَ لَهُ وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رَوَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَقَ قَالُوا لَهُ أَنْ يُحْيِيَ الْأَرْضَ الْمَوَاتَ بِغَيْرِ إِذْنِ السُّلْطَانِ وَقَدْ قَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ لَهُ أَنْ يُحْيِيَهَا إِلَّا بِإِذْنِ السُّلْطَانِ وَالْقَوْلُ الْأَوَّلُ أَصَحُّ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ وَعَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيِّ جَدِّ كَثِيرٍ وَسَمُرَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ سَأَلْتُ أَبَا الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيَّ عَنْ قَوْلِهِ وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ فَقَالَ الْعِرْقُ الظَّالِمُ الْغَاصِبُ الَّذِي يَأْخُذُ مَا لَيْسَ لَهُ قُلْتُ هُوَ الرَّجُلُ الَّذِي يَغْرِسُ فِي أَرْضِ غَيْرِهِ قَالَ هُوَ ذَاكَ.

Terjemah

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, Ayyub mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Sa'id bin Zaid, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Barangsiapa menghidupkan tanah mati (yang tidak bertuan), maka tanah itu menjadi miliknya; dan tidak ada hak bagi akar (tanaman) yang zalim." Abu Isa berkata: Ini hadis hasan gharib. Sebagian mereka meriwayatkannya dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Nabi ﷺ secara mursal. Pengamalan hadis ini demikian menurut sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi ﷺ dan selain mereka, dan itu pendapat Ahmad serta Ishaq; mereka berkata: ia boleh menghidupkan tanah mati tanpa izin penguasa. Sebagian mereka berkata: ia tidak boleh menghidupkannya kecuali dengan izin penguasa — dan pendapat pertama lebih sahih. Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Jabir, Amr bin Auf al-Muzani (kakek Katsir), dan Samurah. Abu Musa Muhammad bin al-Mutsanna menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku bertanya kepada Abu al-Walid ath-Thayalisi tentang sabda beliau "dan tidak ada hak bagi akar yang zalim", ia menjawab: "Akar yang zalim" adalah perampas yang mengambil apa yang bukan haknya. Aku berkata: "Yaitu orang yang menanam di tanah orang lain?" Ia berkata: "Itulah dia."