Jami' at-Tirmidzi · 145

No. 157 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Shalatكتاب الصلاة
Bab
Bab 5: Riwayat tentang menunda Zhuhur ketika panas sangat terikباب مَا جَاءَ فِي تَأْخِيرِ الظُّهْرِ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ ‏ ‏

Teks Arab

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي ذَرٍّ وَابْنِ عُمَرَ وَالْمُغِيرَةِ وَالْقَاسِمِ بْنِ صَفْوَانَ عَنْ أَبِيهِ وَأَبِي مُوسَى وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسٍ قَالَ وَرُوِيَ عَنْ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا وَلَا يَصِحُّ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ اخْتَارَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ تَأْخِيرَ صَلَاةِ الظُّهْرِ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ قَالَ الشَّافِعِيُّ إِنَّمَا الْإِبْرَادُ بِصَلَاةِ الظُّهْرِ إِذَا كَانَ مَسْجِدًا يَنْتَابُ أَهْلُهُ مِنْ الْبُعْدِ فَأَمَّا الْمُصَلِّي وَحْدَهُ وَالَّذِي يُصَلِّي فِي مَسْجِدِ قَوْمِهِ فَالَّذِي أُحِبُّ لَهُ أَنْ لَا يُؤَخِّرَ الصَّلَاةَ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ قَالَ أَبُو عِيسَى وَمَعْنَى مَنْ ذَهَبَ إِلَى تَأْخِيرِ الظُّهْرِ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ هُوَ أَوْلَى وَأَشْبَهُ بِالِاتِّبَاعِ وَأَمَّا مَا ذَهَبَ إِلَيْهِ الشَّافِعِيُّ أَنَّ الرُّخْصَةَ لِمَنْ يَنْتَابُ مِنْ الْبُعْدِ وَالْمَشَقَّةِ عَلَى النَّاسِ فَإِنَّ فِي حَدِيثِ أَبِي ذَرٍّ مَا يَدُلُّ عَلَى خِلَافِ مَا قَالَ الشَّافِعِيُّ قَالَ أَبُو ذَرٍّ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَأَذَّنَ بِلَالٌ بِصَلَاةِ الظُّهْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بِلَالُ أَبْرِدْ ثُمَّ أَبْرِدْ فَلَوْ كَانَ الْأَمْرُ عَلَى مَا ذَهَبَ إِلَيْهِ الشَّافِعِيُّ لَمْ يَكُنْ لِلْإِبْرَادِ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ مَعْنًى لِاجْتِمَاعِهِمْ فِي السَّفَرِ وَكَانُوا لَا يَحْتَاجُونَ أَنْ يَنْتَابُوا مِنْ الْبُعْدِ.

Terjemah

Qutaibah menceritakan kepada kami, al-Laits menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin al-Musayyib dan Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila panas sangat menyengat, tundalah shalat sampai lebih dingin, karena panas yang menyengat itu berasal dari hembusan (panas) Jahanam." Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Abu Sa'id, Abu Dzar, Ibnu Umar, al-Mughirah, al-Qasim bin Shafwan dari ayahnya, Abu Musa, Ibnu Abbas, dan Anas. Ia berkata: Diriwayatkan pula dari Umar dari Nabi ﷺ tentang hal ini, namun tidak sahih. Abu Isa berkata: Hadis Abu Hurairah adalah hadis hasan sahih. Sekelompok ahli ilmu memilih mengakhirkan shalat Zhuhur pada saat panas menyengat; itulah pendapat Ibnu al-Mubarak, Ahmad, dan Ishaq. Asy-Syafi'i berkata: menunda Zhuhur hanyalah untuk masjid yang jamaahnya datang dari tempat jauh; adapun orang yang shalat sendirian atau shalat di masjid kaumnya, yang aku sukai baginya adalah tidak mengakhirkan shalat pada saat panas menyengat. Abu Isa berkata: Pendapat yang mengakhirkan Zhuhur pada saat panas menyengat lebih utama dan lebih sesuai dengan mengikuti sunnah. Adapun pendapat asy-Syafi'i bahwa keringanan itu untuk orang yang datang dari jauh dan karena kesulitan bagi orang — maka dalam hadis Abu Dzar ada dalil yang menyelisihi pendapat asy-Syafi'i: Abu Dzar berkata: Kami bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan, lalu Bilal mengumandangkan azan Zhuhur; maka Nabi ﷺ bersabda: "Wahai Bilal, tunggu sampai dingin, kemudian tunggu lagi." Seandainya perkaranya seperti pendapat asy-Syafi'i, tentu penundaan pada waktu itu tidak ada maknanya, karena mereka sudah berkumpul dalam perjalanan dan tidak perlu datang dari tempat jauh.