Jami' at-Tirmidzi · 147

No. 159 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Shalatكتاب الصلاة
Bab
Bab 6: Riwayat tentang menyegerakan Asharباب مَا جَاءَ فِي تَعْجِيلِ الْعَصْرِ ‏ ‏

Teks Arab

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ فِي حُجْرَتِهَا وَلَمْ يَظْهَرْ الْفَيْءُ مِنْ حُجْرَتِهَا قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَنَسٍ وَأَبِي أَرْوَى وَجَابِرٍ وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ وَيُرْوَى عَنْ رَافِعٍ أَيْضًا عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَأْخِيرِ الْعَصْرِ وَلَا يَصِحُّ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ الَّذِي اخْتَارَهُ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ عُمَرُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةُ وَأَنَسٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ التَّابِعِينَ تَعْجِيلَ صَلَاةِ الْعَصْرِ وَكَرِهُوا تَأْخِيرَهَا وَبِهِ يَقُولُ عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ.

Terjemah

Qutaibah menceritakan kepada kami, al-Laits menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa ia berkata: Rasulullah ﷺ shalat Ashar sementara sinar matahari masih (masuk) di kamarnya dan bayangan belum tampak keluar dari kamarnya. Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Anas, Abu Arwa, Jabir, dan Rafi' bin Khadij. Ia berkata: Diriwayatkan pula dari Rafi' dari Nabi ﷺ tentang mengakhirkan Ashar, namun tidak sahih. Abu Isa berkata: Hadis Aisyah adalah hadis hasan sahih, dan inilah yang dipilih sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi ﷺ — di antaranya Umar, Abdullah bin Mas'ud, Aisyah, Anas — dan banyak tabi'in: menyegerakan shalat Ashar dan memakruhkan mengakhirkannya; dengan itu berpendapat Abdullah bin al-Mubarak, asy-Syafi'i, Ahmad, dan Ishaq.