Jami' at-Tirmidzi · 1493

No. 1568 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Ekspedisi Militerكتاب السير عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 18: Riwayat tentang membunuh para tawanan dan tebusanباب مَا جَاءَ فِي قَتْلِ الأُسَارَى وَالْفِدَاءِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَمِّهِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَى رَجُلَيْنِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ بِرَجُلٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَعَمُّ أَبِي قِلَابَةَ هُوَ أَبُو الْمُهَلَّبِ وَاسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو وَيُقَالُ مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُو قِلَابَةَ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الْجَرْمِيُّ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ أَنَّ لِلْإِمَامِ أَنْ يَمُنَّ عَلَى مَنْ شَاءَ مِنْ الْأُسَارَى وَيَقْتُلَ مَنْ شَاءَ مِنْهُمْ وَيَفْدِي مَنْ شَاءَ وَاخْتَارَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ الْقَتْلَ عَلَى الْفِدَاءِ و قَالَ الْأَوْزَاعِيُّ بَلَغَنِي أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ مَنْسُوخَةٌ قَوْلُهُ تَعَالَى { فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً } نَسَخَتْهَا { وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ } حَدَّثَنَا بِذَلِكَ هَنَّادٌ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قُلْتُ لِأَحْمَدَ إِذَا أُسِرَ الْأَسِيرُ يُقْتَلُ أَوْ يُفَادَى أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ إِنْ قَدَرُوا أَنْ يُفَادُوا فَلَيْسَ بِهِ بَأْسٌ وَإِنْ قُتِلَ فَمَا أَعْلَمُ بِهِ بَأْسًا قَالَ إِسْحَقُ الْإِثْخَانُ أَحَبُّ إِلَيَّ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَعْرُوفًا فَأَطْمَعُ بِهِ الْكَثِيرَ.

Terjemah

Ibnu Abu Umar menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Abu Qilabah, dari pamannya, dari Imran bin Hushain, bahwa Nabi ﷺ menebus dua orang muslim dengan seorang lelaki dari kaum musyrik. Abu Isa berkata: Ini hadis hasan sahih. Paman Abu Qilabah adalah Abu al-Muhallab, namanya Abdurrahman bin Amr — ada juga yang mengatakan Mu'awiyah bin Amr; dan Abu Qilabah namanya Abdullah bin Zaid al-Jarmi. Pengamalannya demikian menurut kebanyakan ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi ﷺ dan selain mereka, bahwa imam boleh membebaskan tanpa tebusan siapa yang ia kehendaki dari para tawanan, membunuh siapa yang ia kehendaki, dan menebus siapa yang ia kehendaki. Sebagian ahli ilmu memilih pembunuhan daripada tebusan. Al-Auza'i berkata: Sampai kepadaku bahwa ayat ini telah dinasakh, yaitu firman Allah Ta'ala: "Maka (kalian boleh) membebaskan mereka atau menerima tebusan"; dinasakh oleh: "Dan bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka." Hannad menceritakan hal itu kepada kami, Ibnu al-Mubarak menceritakan kepada kami dari al-Auza'i. Ishaq bin Manshur berkata: Aku bertanya kepada Ahmad: Apabila seorang tawanan ditawan, mana yang lebih engkau sukai — dibunuh atau ditebus? Ia menjawab: Jika mereka mampu menebus, tidak mengapa; dan jika ia dibunuh, aku pun tidak mengetahui adanya larangan. Ishaq berkata: Menumpas (musuh) lebih aku sukai, kecuali bila ia orang terkenal sehingga aku mengharapkan (tebusan) yang banyak darinya.