Jami' at-Tirmidzi · 153

No. 168 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Shalatكتاب الصلاة
Bab
Bab 11: Riwayat tentang dibencinya tidur sebelum Isya dan bercakap-cakap di malam hari sesudahnyaباب مَا جَاءَ فِي كَرَاهِيَةِ النَّوْمِ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالسَّمَرِ بَعْدَهَا

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ قَالَ أَحْمَدُ وَحَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ هُوَ الْمُهَلَّبِيُّ وَإِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ جَمِيعًا عَنْ عَوْفٍ عَنْ سَيَّارِ بْنِ سَلَامَةَ هُوَ أَبُو الْمِنْهَالِ الرِّيَاحِيُّ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَأَنَسٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي بَرْزَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ كَرِهَ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ النَّوْمَ قَبْلَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا وَرَخَّصَ فِي ذَلِكَ بَعْضُهُمْ و قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَكْثَرُ الْأَحَادِيثِ عَلَى الْكَرَاهِيَةِ وَرَخَّصَ بَعْضُهُمْ فِي النَّوْمِ قَبْلَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ فِي رَمَضَانَ وَسَيَّارُ بْنُ سَلَامَةَ هُوَ أَبُو الْمِنْهَالِ الرِّيَاحِيُّ.

Terjemah

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, Auf mengabarkan kepada kami; Ahmad berkata: dan Abbad bin Abbad — yaitu al-Muhallabi — serta Isma'il bin Ulayyah, semuanya dari Auf, dari Sayyar bin Salamah — yaitu Abu al-Minhal ar-Riyahi — dari Abu Barzah, ia berkata: Nabi ﷺ tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelahnya. Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Aisyah, Abdullah bin Mas'ud, dan Anas. Abu Isa berkata: Hadis Abu Barzah adalah hadis hasan sahih. Kebanyakan ahli ilmu memakruhkan tidur sebelum shalat Isya dan berbincang setelahnya, namun sebagian mereka memberi keringanan dalam hal itu. Abdullah bin al-Mubarak berkata: kebanyakan hadis menunjukkan kemakruhan. Sebagian mereka memberi keringanan tidur sebelum shalat Isya pada bulan Ramadhan. Sayyar bin Salamah adalah Abu al-Minhal ar-Riyahi.